Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pria Ini Punya 38 Istri, Keluarganya Bingung Tentukan Kepala Keluarga Pasca Kematiannya

Pria India punya 38 istri/Ist.


Graha Budaya -- Seorang pria di India memiliki 38 istri dan 89 anak. Dari anak-anaknya ia memiliki 36 cucu. Uniknya, semua mereka tinggal satu rumah.

Pria ini diklaim sebagai kepala keluarga terbesar dunia menyaingi Winston Blackmore, pemimpin sekte Mormon di Kanada, yang memiliki 150 anak dari 27 istri.



Namun ketika pria bernama Ziona Chana tersebut meninggal, keluarganya bingung untuk menentukan kepala keluarga.

Dilansir dari Arab News, Chana diketahui meningal di Aizawl, India pada Minggu (13/6) dalam usia 76 tahun karena menderita penyakit diabetes.

Namun sebelum meninggal, dia tidak sempat memberitahukan siapa yang akan memegang kendali atas keluarganya.



Kepala Keluarga Ditentukan Gereja

Chana diketahui merupakan pemimpin sekte Kristen bernama Chana Pawl yang mempraktikkan poligami.

Meski begitu, dia keluarganya tidak menjalankan praktik keagamaan di gereja meskipun memeluk agama Kristen.

Chana menikah pertama kali di usia 17 tahun, dan pernikahan terakhirnya berlangsung di usia 50-an.

Dalam sebuah wawancara tahun 2007 lalu, dia pernah mengatakan bahwa tujuannya memiliki banyak istri adalah untuk memperbesar keluarganya.

"Saya ingin memperluas keluarga sebanyak mungkin," kata Chana kepada Arab News.



Kini, Chana telah meninggal dan puluhan anaknya serta cucunya harus hidup sebagai satu keluarga yang harmoni seperti yang telah ditunjukkannya sewaktu hidup.

Menurut putra tertuanya, Para Nunparliana (60), pengganti sosok ayahnya akan ditentukan oleh otoritas gereja.

"Penggantinya akan ditentukan oleh gereja. Pertama penguburan akan dilakukan, dan kemudian gereja akan memutuskan," kata Nunparliana pada Selasa (15/6).

Nunparliana sendiri memiliki 2 istri dan 11 anak. Dia diperkirakan menjadi pengganti ayahnya menjadi kepala keluarga.*

Posting Komentar untuk "Pria Ini Punya 38 Istri, Keluarganya Bingung Tentukan Kepala Keluarga Pasca Kematiannya"