Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Setelah Leo Kleden, penggiat teater NTT ini masuk nominasi Anugerah Cerpen Kompas

Silvester Petara Hurit/FB.

Sastrawan Nusa Tenggara Timur (NTT) Silvester Petara Hurit masuk nominasi Anugerah Cerpen Kompas 2020 yang akan diselenggarakan pada Senin (28/6).

Anugerah Cerpen Kompas ini dibuat dalam rangka perayaan HUT ke-56 Harian Kompas. Penganugerahan akan disiarkan secara Live melalui kanal YouTube Harian Kompas pukul 18.30 WIB.

Silvester Hurit berhasil masuk nominasi cerpen pilihan Harian Kompas setelah cerpennya yang berjudul Mengantar Benih Padi Terakhir ke Ladang yang terbit pada 29 April 2020 di Kompas berhasil menggelitik hati para juri.

Silvester Hurit, 40, adalah alumnus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, sekarang Institut Seni Bandung Indonesia pada tahun 2008.

Sejak menjadi mahasiswa, Silvester sudah aktif menulis esai, resensi dan kritik pertunjukan di Harian Pikiran Rakyat dan beberapa media nasional lainnya.

Tahun 2010, Silvester pulang kampung di Adonara, Flores Timur. Di sana, ia membangun komunikasi seni lokal bersama dengan beberapa temannya.

Salah satunya adalah mendirikan Nara Teater tahun 2016. Bersama kelompok kreatif ini Silvester mulai aktif menulis lakon dan menyutradai pertunjukan. 

Nara Teater pernah tampil di acara Pekan Teater Nasional tahun 2018 dengan membawakan pertunjukan “Ina Lewo”, dan pernah juga mengikuti Festival Teater Cirebon tahun 2017 dengan mementaskan lakon “Ina Bewo”.

Di antara beberapa penggiat teater NTT, Silvester dan Nara Teater adalah salah satu kelompok yang paling aktif mengembangkan khazanah budaya lokal ke dalam pertunjukan. Selain itu, ada Komunitas KAHE di Maumere.

Satu hal yang hebat dari Silvester adalah bahwa dia mampu mengembangkan ekosistem kesenian berbasis komunitas, sehingga orang-orang di sekitarnya turut merasakan dan memaknai pentingnya kesenian.

Selain itu, bersama penggiat seni, Silvester juga aktif mengembangkan gagasan kesenian daerah dengan mencetuskan event-event kesenian daerah sekaligus menjadi kurator.

Sebagai sastrawan, Silvester terus mulai menulis esai pertunjukan dan akhir-akhir ini tekun menulis cerpen, di samping berkarya sebagai tenaga pendidik.

Silvester mulai menulis antara lain untuk portal media seperti Kompas, Tempo, Jawa Pos, dan juga Pikiran Rakyat, termasuk beberapa media lokal.

Masuknya cerpen Mengantar Benih Padi Terakhir ke Ladang dalam nominasi cerpen pilihan Kompas 2020 memang tidak disangka-sangka. Apalagi dalam nominasi ini ada barisan para sastrawan senior sekelas Seno Gumira Ajidarma.

Beberapa penulis lain yang masuk nominasi adalah Budi Darma, Okky Madasari, Herman RN, Rizqi Turama, Yanusa Nugroho, Supartika, Martin Aleida, Muna Masyari, Novka Kuaranita, Sasti Gotama dan Lilik HS.

Sebagai sastrawan lokal, Silvester tentu tidak terlalu jumawa. Karena dengan hanya masuk nominasi cerpen pilihan Kompas, dia sudah sangat bersyukur.

Nominasi ini sendiri merupakan yang kedua kalinya untuk penulis NTT. Sebelumnya ada Leo Kleden, seorang imam Katolik asal Flores Timur, yang masuk nominasi melalui cerpen “Surat untuk Tuhan”.

Bagi sastrawan kelahiran Lewotala ini, kemauan menulis bukan semata-mata untuk memperoleh hadiah. Yang lebih penting adalah bagaimana pesan yang disampaikan bisa tersampaikan dan mengubah paradigma masyarakat.

Seperti tertuang dalam cerpennya yang dipilih Harian Kompas tahun ini. Cerpen tersebut sangat sederhana tapi kuat pesannya. Silvester ingin menyampaikan tingginya nilai kearifan lokal yang mesti dijaga ketimbang memeluk monster kapitalis. 

Adapun pemenang cerpen Kompas 2020 akan menerima piala yang dibuat oleh seniman Nyoman Nuarta.

Nyoman menciptakan karya indah berwujud malaikat kata-kata, dengan sayap yang mengepak seolah menghela angin agar menyeruak segala inspirasi.

Imajinasi seperti kepak sayap malaikat, yang menuntun daya kreasi penulis untuk mencapai keluasan lanskap pikiran.

Tahun 2021, karya indah sang maestro kembali dianugerahkan kepada Cerpen Terbaik Kompas tahun 2020.

Kompas sendiri sejak tahun 1968 sampai dengan 2020 telah menerbitkan 2.679 judul cerpen.

Cerpen Kompas tidak hanya mengisahkan tragedi dan komedi, tapi juga selalu beririsan dengan ilustrasi yang menggambarkan pergulatan karakter.*

Sumber: Enbe Indonesia

1 komentar untuk "Setelah Leo Kleden, penggiat teater NTT ini masuk nominasi Anugerah Cerpen Kompas"

  1. Salut buat Kwan Sil.Koreksi buat grahabudaya.Silvester Petara Hurit.Asli org Lewotala Kec Lewolema.Flores Timur.Bukan Adonara.

    BalasHapus