Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terinspirasi Mgr. Soegijapranata, Seorang Pemuda Katolik di Jawa Tengah Sisihkan Gaji Bantu Bangun Masjid

Masjid Baitul Fuqara Kemukiman Cubo, di Gampong Paru Keude, Bandar Baru/Ist.


Graha Budaya -- Lia Setiawan (30), seorang pemuda Katolik asal Wirosari, Purwodadi, Jawa Tengah, memiliki semangat cinta kasih dan toleransi yang luar biasa besarnya.

Meski sendirian, dia turut membantu pembangunan masjid warga Muslim di wilayah itu dari sisihan gajinya.

Dia bersyukur bahwa masih memiliki gaji yang cukup sehingga selain menabung demi masa depan, tapi juga membantu sesamanya yang ada di depan mata.

"Sebagian gaji saya juga saya gunakan untuk membantu sesama manusia. Saya juga membantu pembangunan masjid mungil di dekat rumah saya," ujarnya, melansir Kompasiana, Jumat (11/6).



Lia diketahui bekerja pada sebuah perusahaan pembiayaan. Tiap hari ia menyusuri jalanan yang tak selalu mulus.

Meski pandemi, dia rajin mendatangi konsumen untuk mengumpulkan uang pembayaran angsuran motor melalui perusahaan tempat ia bekerja.

Lia mengatakan bahwa apa yang dihayatinya adalah bentuk nyata dari perbuatan kasih kepada sesama sebagaimana diajarkan Tuhan Yesus.

"Toleransi dan kerukunan antarumat beragama sangat penting bagi warga negara. Agama juga mengajarkan untuk mencintai negara dan sesama warga negara," ungkapnya.




Lia menyebut, ia terinspirasi dari perjalanan dan spiritualitas hidup Mgr. Soegijapranata, yang telah menjadi pahlawan nasional.

Dengan pekikan sang Uskup: "Seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia", Lia terdorong untuk hidup toleran dan membantu sesama tanpa pandang bulu.


Di tengah realitas sosial yang makin kacau saat ini, ada pesan tersirat yang disampaikan Lia kepada warga Indonesia.

Bahwa hidup berdampingan dengan yang berbeda tidak pernah membuat kita menjadi asing dan musuh bagi mereka.

Kita bisa hadir sebagai orang berbeda, yang bisa menyentuh mereka dengan kasih.*

Posting Komentar untuk "Terinspirasi Mgr. Soegijapranata, Seorang Pemuda Katolik di Jawa Tengah Sisihkan Gaji Bantu Bangun Masjid"