Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terungkap, 4 korban keracunan ikan buntal di Maumere 1 keluarga

Jenazah keempat korban disemayamkan di Gereja Stasi Wairita/FB.


Terungkap fakta mengejutkan mengenai korban keracunan ikan buntal di Maumere. Ternyata empat korban yang meninggal karena keracunan itu masih memiliki hubungan keluarga.

Mereka adalah Bernadus Simon (40), Sirilus Andria (20), Anselmus Labas Lodan (39) dan Febriyanti Marlina Afia (14).

Sebuah sumber yang cukup mengenal keluarga korban mengatakan bahwa Simon dan Febriyanti merupakan bapak dan anak kandung. Sedangkan Sirilus merupakan keponakan dari mendiang Simon. 

Sementara itu, Anselmus disebutnya juga masih memiliki keluarga dengan ketiga korban.

"Yang bapak itu Bernardus Simon sedangkan Febriyanti itu anak kandung dan Sirilus keponakan. Yang satunya lagi (Anselmus) orang sana, kayaknya mereka masih keluarga," ujar sumber tersebut ketika dihubungi Selasa (29/6) malam.



Jenazah keempat korban tersebut diketahui telah dimakamkan sore tadi di Kampung Wairita, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Sebelum pemakaman, jenazah keempat korban sempat disemayamkan di Gereja Stasi Wairita melalui perayaan  Misa Arwah yang dipimpin imam dari Paroki Kewapante.

Kepergiaan keempat warga Wairita ini memang tidak disangka-sangka. Mereka pergi begitu cepat sebelum mendapat pertolongan medis.

Racun ikan buntal yang mereka makan pada Minggu (27/6) siang sangat mematikan sehingga nyawa mereka tak lagi tertolong. 

Mereka sempat dirawat di RSUD TC Hillers Maumere. Tapi sebentar saja, malamnya, mereka menghembuskan napas terakhir.

Sementara itu, sekitar 8 orang warga Wairita yang juga bersama-sama dengan keempat korban juga mengalami keracunan ikan buntal. Mereka sedang dirawat, sedangkan seorang diantaranya dinyatakan sembuh.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian yang menimpa keempat korban dan 8 warga tersebut bermula ketika mereka duduk makan-makan di tempat penyulingan arak, atau moke dalam bahasa setempat.

Tempat penyulingan tersebut merupakan milik salah satu korban bernama Simon.



Ada sekitar 20 orang warga yang duduk berkumpul di tempat penyulingan yang letaknya persis di samping rumah Simon.

Salah satu anggota keluarga bernama Maria Sepe menjelaskan bahwa seorang warga bernama Klementinus Oskar pada Sabtu (26/6) malam pergi melaut. Oskar sendiri adalah tetangga Simon.

Dari hasil melaut itu, Oskar mendapatkan banyak ikan, termasuk seekor ikan buntal. Ikan yang berhasil ditangkap ini kemudian dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kulkas.

Pada Minggu (27/6) pagi tadi sekitar 20 orang duduk berkumpul di rumah Bernadus Simon. Mereka bercengkrama sambil menenggak minuman tradisional moke.

Sudah menjadi kebiasaan orang Maumere ketika duduk berkumpul banyak orang maka wajib menenggak minuman keras. Apalagi ketika itu mereka persis berkumpul di tempat penyulingan moke milik salah satu korban.

Mereka cukup lama duduk di tempat tersebut, menghabiskan waktu akhir pekan bersama.
Kira-kira pukul jam 14.00 WITA, karena kekurangan suplemen, didatangkanlah ikan buntal yang sudah dimasak.

Sekitar 2 jam kemudian, mulai muncul reaksi pada salah seorang warga.

Setelah melihat kejadian itu, beberapa orang di situ mulai merasakan hal yang sama. Bahkan, ada yang muntah-muntah. Mereka pun panik.

Melihat kondisi yang semakin parah, akhirnya warga yang lain berinisiatif membawa mereka ke IGD RSUD TC Hillers Maumere.

Setelah tiba di rumah sakit, 4 orang tidak bisa tertolong lagi. Mereka pun meninggal dan jenazahnya langsung dibawa ke kamar jenazah.

Sedangkan 7 orang sedang dirawat intensif di IGD dan 1 orang lainnya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Dinas Kesehatan Sikka bersama Kapolsek Waigete kini sedang melakukan penyelidikan di tempat kejadian untuk mendapatkan sampel muntahan ikan buntal untuk mengungkap fakta mengenai tragedi tersebut.*

Selamat jalan Saudara/i. RIP.

Posting Komentar untuk "Terungkap, 4 korban keracunan ikan buntal di Maumere 1 keluarga"