Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terus Berulah dan Seolah Kebal Hukum, Haikal Hasan Diminta Ditangkap

Haikal Hasan/Ist.


Ustadz Haikal Hasan kembali berulah melontarkan pernyataan kontroversial. Netizen meminta ulama itu ditangkap Polisi dan diproses secara hukum.

Jika melihat ke belakang, ini bukan pertama kalinya Haikal Hassan berulah di media sosial mengenai kebijakan pemerintah.

Pada Pilpres 2019 lalu, Haikal Hassan yang menjadi juru bicara Prabowo-Sandi pernah menuding adanya 13 juta orang gila yang ikut pencoblosan dalam Pemilu 2019.



Lantas, tagar #TangkapHaikalHasan menjadi trending topik pada Senin (7/6) setelah Haikal Hasan mengkritik kebijakan pembatalan ibadah haji tahun 2021.

Dalam pernyataannya, Haikal Hasan mengatakan bahwa baru pertama kali sepanjang usia Indonesia, pemerintah berani melakukan pembatalan ibadah haji.

Haikal Hasan pun mengaitkan keputusan itu dengan keterkiatan Indonesia dengan komunisme China dan kasus Rizieq Shihab.

"Baru pertama kali terjadi sejak ada NKRI dimana warga nya tidak bisa pergi haji," katanya melalui akun Twitter Haikal_hassan pada Jumat (4/6) lalu.

"Apakah karena faktor terlalu dekat ke RRC? Apakah karena kezaliman terhadap HRS?" kata Haikal Hassan," imbuh Haikal Hasan.

Kicauan Haikal yang mengkritik pemerintah soal penundaan haji sudah dihapus dari Twitter setelah menulai polemik.

Namun, beberapa warganet sempat membuat tangkapan layar.

Akhirnya, Haikal pun menyampaikan permintaan maaf atas peryataannya. Bukannya tulus meminta maaf, Haikal justru menyindiri para buzzer pro pemerintah.

"Saya kritik pemerintah saudi Arabia kok negara kita tidak boleh pergi haji. Sebab apa pemerintah saudi memblok negara kita. Ternyata pemerintah saudi belum resmi mengumumkan. Lalu saya minta maaf. Kok buzzer marah?...," kata Haikal Hassan.

Akibatnya warganet langsung menyerbu akun Haikal Hasan dan meminta Polri segera menangkapnya karena terus berulah seolah kebal terhadap hukum.



Cyber Indonesia sendiri akan melaporkan Haikal Hassan pada Senin (7/6) ini ke Polri.

Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid menyatakan, pihaknya akan melaporkan Haikal Hassan berkaitan dengan cuitan mengenai ibadah haji, hokas dan SARA.

"Cyber Indonesia besok senin putuskan akan resmi laporkan Haikal Hasan karena ini delik umum, entah sudah ke berapa laporan terhdapnya dibuat, kali ini soal dugaan menyebarkan berita bohong dan SARA tweet haji yang berakibat kegaduhan di tengah masyarakat. Mohon dukungan ! Husin Shihab," ujar Muannas, Minggu (6/6).

"Twit Haikal Hasan berkaitan dugaan menyebarkan hoax & sara soal ibadah haji yang merupakan rukun islam kelima, ini jauh lebih berbahaya dibanding kasus Ratna Sarumpaet yang hanya urusan pilpres. Kalau soal minta maaf Ahok juga gitu, tapi beda Haikal sudah banyak laporan jangan sampai dia merasa kebal hukum," imbuh Muannas.

Sementara itu, penggiat media sosial Denny Siregar menyebut kicauan Haikal Hassan memang termasuk hoaks dan provokasi.

"Twit yang sudah dihapus @haikal_hassan ini sebenarnya sudah termasuk penyebaran hoax dan provokasi. Semoga @DivHumas_Polri bisa segera memproses twit yang berbahaya ini. #TangkapHaikalHassan," tulis Denny.*

Posting Komentar untuk "Terus Berulah dan Seolah Kebal Hukum, Haikal Hasan Diminta Ditangkap"