Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tuhan Tolong, Air di Danau Kelimutu Diprediksi akan Kering

Air Danau Kelimutu menyusut/Liputan6.com.


Air di Tiwu Ata Mbupu, salah satu kawah di Danau Kelimutu Ende diprediksi akan mengering dalam beberapa waktu ke depan.

Hal itu disampaikan Ketua Perkumpulan Pelaku Pariwisata Moni Kelimutu (P3MK), Yanto Wangge beberapa waktu lalu, dikutip dari Liputan6.com, Minggu (6/6).

"Ketinggian air danau hanya tinggal beberapa meter saja dan diprediksi dalam beberapa bulan ke depan, air danaunya akan benar-benar hilang," ujar Yanto.


Aktivitas pengeboran pembangkit Listrik tenaga panas bumi di Mutubusa Desa Sokiria, Kecamatan Ndona Timur diduga menyebabkan Tiwu Ata Mbupu menyusut.

Dari video yang beredar di media sosial, terlihat bahwa permukaan air di Tiwu Ata Mbupu sangat dangkal dan sudah dapat dilihat dasar danau tersebut. Air di Tiwu Ata Mbupu biasanya berwarna coklat.

Yanyo mengatakan, surutnya debit air Danau Tiwu Atabupu sudah terjadi sejak tahun 2019 ketika ada aktivitas pengeboran geotermal Sokiria yang berjarak 10 kilometer dari luar lokasi kawasan Danau Kelimutu.

"Pada minggu kemarin P3MK meninjau lansung Danau Tiwu Atabupu dan ada 5 orang perwakilan dari P3MK yang langsung turun ke dalam danau untuk melihat secara langsung. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh P3MK bahwa batu-batu di dasar danau Tiwu Atabupu sudah kelihatan, dan juga terjadi keretakan pada dinding danau, dan air danau tersebut surut hingga 5 meter," terang Yanto.

Satu hal yang memperkuat dugaan akibat  aktivitas geotermal Sokoriaa dalah karena bahkan ketika terjadi gempa bumi di Flores tahun 1992, dinding danau tidak mengalami keretakan dan air danau pun tidak surut sedalam saat ini.

P3MK sudah menanyakan fenomena surutnya air danau kepada otoritas pengelola Balai Taman Nasional Kelimutu (TNK) dan petugas vulkanologi Moni untuk mendapatkan penjelasan ilmiah dengan bukti kajian Amdal, baik sebelum dan saat pelaksanaan pengeboran di Mutubusa.

Pasalnya, lokasi pengeboran pembangkit listrik tenaga panas bumi itu dekat sekali dengan dinding kawah Danau Tiwu Atabupu. Namun, mereka tidak mendapat penjelasan yang memuaskan.

"Jawaban kepala TNK bahwa kajian itu pernah dilakukan sebelum projek Mutubusa dilaksanakan, menurut kami sudah tidak sesuai. Apalagi penyampaiannya pun lisan saja tidak menunjukkan bukti kajiannya," katanya.

Yanto mengatakan, P3MK pun mendatangi DPRD Ende untuk menyampaikan keprihatinan masyarakat Moni atas fenomena di Danau Kelimutu.

P3MK berharap kepada DPRD Ende agar mendesak pihak Balai TNK, Vulkanologi dan perusahaan terkait, segera melakukan kajian ilmiah sebagai solusi penyelesaian persoalan surutnya debit air danau.

P3MK pun meminta agar pengeboran geotermal Sokoria dihentikan jika terbukti bahwa penyusutan air karena aktivitas pemboran panas bumi tersebut.

"Sekarang baru terlihat nyata satu danau nanti akan menyusul dua danau lain karena dua danau itu juga sudah turun debit airnya. Ini ancaman serius bagi dunia pariwisata Ende, Flores, NTT, dan Indonesia. Dan Danau Kelimutu merupkan destinasi wisata unggulan di Indonesia," ucapnya.

Dia mengklaim bahwa Danau Kelimutu merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan merupakan salah satu aset nasional untuk Indonesia dan Kabupaten Ende sebagai potensi wisata daerah, sehingga harus dijaga dengan baik.

"Jika salah satu danau dari tiga warna tersebut kering, maka apa yang mau dipromosikan lagi dari danau tiga warna tersebut, padahal danau tersebut dikenal di mata masyarakat dunia memiliki 3 warna. Maka mari kita jaga dan rawat keindahan alam Danau Kelimutu," tutupnya.*


Posting Komentar untuk "Tuhan Tolong, Air di Danau Kelimutu Diprediksi akan Kering"