Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menteri Penerangan Era Soeharto Harmoko Meninggal Dunia di RSPAD Jakarta

Harmoko meninggal dunia, Minggu (4/7)/Ist.


Menteri Penerangan (sekarang Kementrian Komunikasi dan Informatika) zaman Soeharto, Harmoko, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (4/7) di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Harmoko meninggal di usia 82 tahun.

Kabar kematian Harmoko disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono. Harmoko disebut meninggal sekitar pukul 20.00 WIB.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bpk. H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli pada jam 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto," ujar Dave, melansir Detik.com.

Dave pun meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah dilakukan mendiang Harmoko kepada masyarakat Indonesia semasa hidup.

"Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya insya Allah beliau husnul khotimah," ungkapnya.

Sebelum ini, Harmoko dirawat di RSPAD karena menderita penyakit tua. Dia mulai mengalami sakit sejak beberapa tahun lalu. Dengan kondisinya yang makin kritis, dia pun terlihat sudah menggunakan tongkat.

Profil Harmoko

Harmoko lahir di Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur, 7 Februari 1939.  

Setelah menjabat sebagai Menteri Penerangan tahun 1983-1997, dia juga menjabat sebagai Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie (1997-1999).

Sebagai Ketua MPR, Harmoko adalah salah satu tokoh yang turut menggulingkan Soeharto.

Harmoko sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.

Karirnya dimulai dengan menjadi jurnalis.

Pada tahun 1960-an, setelah lulus dari SMA, ia bekerja sebagai wartawan dan juga kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka.

Pada tahun 1964 ia bekerja juga sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata, dan kemudian Harian API pada 1965.

Pada saat yang sama, ia menjabat pula sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko (1965). Pada tahun berikutnya (1966-1968), ia menjabat sebagai pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita. 

Kemudian, di tahun 1970, bersama beberapa temannya, ia menerbitkan harian Pos Kota.

Sebagai menteri Penerangan, Harmoko mencetuskan gerakan Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan) yang dimaksudkan sebagai alat untuk menyebarkan informasi dari pemerintah.

Harmoko pun dinilai berhasil memengaruhi hasil pemilihan umum (Pemilu) melalui apa yang disebut sebagai "Safari Ramadhan".

Tidak berhenti di situ, Harmoko juga menjabat Ketum Partai Golkar periode 1993-1998.

Sebagai Ketua Umum DPP Golkar, Harmoko dikenal pula sebagai pencetus istilah "Temu Kader". Terakhir, ia menjabat sebagai Ketua DPR/MPR periode 1997-1999 yang mengangkat Soeharto selaku presiden untuk masa jabatannya yang ke-7.

Namun dua bulan kemudian Harmoko pula memintanya turun ketika gerakan rakyat dan mahasiswa yang menuntut reformasi tampaknya tidak lagi dapat dikendalikan.*

Posting Komentar untuk "Menteri Penerangan Era Soeharto Harmoko Meninggal Dunia di RSPAD Jakarta"