Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misi Terakhir Messi

Megabintang Argentina dan Barcelona Lionel Messi/Kolase.

Lionel Messi akan menjalani laga final Copa America 2021 bersama Timnas Argentina pada Minggu (11/7) pagi pukul 07.00 WIB. Di final, Messi dkk akan bertemu juara bertahan Brazil di Estadio Maracana, Rio de Jeneiro, Brazil. 

Ini merupakan final pertama yang mempertemukan Messi dan Neymar dalam satu kompetisi.

Kedua pemain yang pernah merayakan kegemilangan bersama Barcelona harus membela negaranya masing-masing untuk merengkuh tropi tertinggi.



Bagi Messi, ini merupakan final keempatnya bersama Tim Tango di ajang Copa America dan sekaligus bisa menjadi final terakhir megabintang kelahiran Rosario, Argentina, 24 Juni 1987 ini.

Final pertama Messi terjadi pada tahun 2007 ketika Messi berusia 20 tahun. Kala itu, Argentina dicukur Brazil tiga gol tanpa balas di Estadio Jose Pachencho Romero, Maracaibo, Venezuela.

Final kedua dijalani Messi pada tahun 2015 ketika bertemu Chile di partai puncak. Namun, nasib belum beruntung. Messi dkk lagi-lagi digusur Alexis Sancez dkk di final.

Setahun kemudian, ketika Copa America digelar untuk merayakan HUT ke-100 di Amerika Serikat, Argentina dan Chile kembali bersua di partai final. Messi, seperti dikutuk oleh sepakbola Argentina, kembali menangis. Pasukannya kalah dari armada Chile.

Tahun ini, Argentina kembali menunjukkan penampilan berkualitas sepanjang pertandingan. Hingga mencapai babak final, anak buah Lionel Scaloni tak pernah menelan kekalahan selain hasil imbang.

Kualitas yang sama ditunjukkan Neymar dkk selama gelaran Copa America 2021. Tak pernah kalah, Tim Samba melangkah mulus menuju partai final yang digelar di kandangnya sendiri.

Para pencinta dan pengagum berat sepakbola dunia tentu berharap bahwa di partai final nanti, Messi bisa memutus kutukan non-gelar karir profesionalnya bersama Argentina.

Dengan demikian, dia bisa melengkapi dan menyempurnakan semua kualitas, prestasi dan koleksi penghargaan yang tak lagi terhitung jumlahnya sepanjang karir sepakbolanya bersama klub elit Eropa, Barcelona.

Ada harapan, sinisme, dan kritikan yang menggelembung di kepala para pencinta sepakbola agar Messi bisa menyamai rekor kompetitornya Christiano Ronaldo.

Ronaldo, selain tampail menawan bersama beberapa klub, paling tidak pernah sekali membawa Portugal menjuarai kompetisi sepakbola bergengsi di Eropa, yaitu Euro 2016.

Tahun ini, ketika tampil di Euro 2020, Ronaldo yang pada babak penyisihan tampil meyakinkan, gagal melangkah lebih jauh setelah Portugal terhenti di perempatfinal di tangan Belgia.

Pengamat, profesional dan pengagum sepakbola dunia melihat masih ada perbedaan yang cukup besar antara Messi dan Ronaldo. Meski sama-sama gemilang di level klub, tetapi nasib kedua megabintang sepakbola sepanjang sejarah ini di timnas tidak sama.

Hal itulah yang membuat fans Ronaldo sedunia menganggap remeh pencapaian Messi meski telah mengoleksi 6 kali Ballon d'Or. Meski Ronaldo hanya 5 koleksi, tetapi pencapaian Ronaldo bagi mereka lebih meyakinkan.

Messi hampir saja menyempurnakan karir sepakbolanya bersama Argentina ketika pada Piala Dunia 2014 berhasil membawa Tim Tango hingga partai final. Apesnya, di final, Messi dkk tampil melempem sehingga tak berbuah gol.

Akhirnya, satu biji gol Marco Reus di babak perpanjangan waktu mengubur mimpi Messi untuk meraih gelar pertamanya bersama timnas yang sangat cintainya itu. 

Saking sakit hatinya, Messi mengurung diri dari timnas Argentina dan memutuskan pensiun dini.

Namun, patriotisme dan kecintaan pada bangsanya, membuatnya kembali bergabung bersama adik-adiknya di Argentina. Di Piala Dunia 2018, Messi membawa Argentina hingga babak perempatfinal sebelum dikalahkan Prancis 4-3.

Sepakbola Argentina terus melakukan evaluasi dan berdinamika. Hingga tiba waktunya, pada Piala Copa America 2021, Messi dkk terlihat tampil mengesankan selama gelaran.

Selain kehadiran Lautaro Martinez yang bisa menjadi tandemnya di lini depan untuk menggantikan posisi Gonzalo Higuain dan Kun Aguero, Argentina kini memiliki Emiliano Martinez, yang dalam beberapa pertandingan sangat konsisten bahkan menjadi monster tiang gawang bagi lawan.

Puncak penampilan terbaik Martinez tercapai ketika menghadapi Kolombia di semifinal. Setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit, kedua tim pun mengakhiri pertandingan melalui drama adu penalti.

Martinez kala itu tampil sangat bagus dengan memblok tiga dari lima tendangan algojo Kolombia. Akhirnya, Argentina lolos setelah menang uji tos-tosan dengan skor 3-2.

Martinez yang baru bergabung dengan Timnas Argentina sebulan sebelum Copa America 2021 telah berjanji kepada Messi untuk memberikan penampilan terbaiknya di final nanti.

Dia berharap, di penampilan terakhir sang kapten, Messi bisa menyelesaikannya dengan menjadi juara Copa America 2021.

Dengan demikian, lengkaplah sudah deretan prestasi yang pernah dikoleksi sang megabintang yang kini berusia 34 tahun itu.

Asa Martinez bukan basa-basi. Selama pertandingan dia menunjukkan respeknya kepada Messi dan dengan air mata, dia berharap Messi bisa mengakhiri karir sepakbola bersama Argentina dengan bahagia. 

Karena itulah satu-satunya mimpi dan misi terakhir megabintang sepanjang masa ini untuk mempersembahkan gelar perdananya untuk Argentina. 

Dan jika tahun ini gelar iu belum didapatkan, maka hanya ada satu peluang lagi yaitu Piala Dunia 2022 di Qatar.*

Posting Komentar untuk "Misi Terakhir Messi"