Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Paus Fransiskus Tunjuk Uskup Baru untuk Padang dan Palembang, Ini Profilnya

Mgr. Yohanes Harun Yuwono ditunjuk menjadi Uskup Agung Palembang dan Mgr. Vitus Rubianto SX menjadi Uskup Padang/Kolase.


Kabar gembira buat Gereja Katolik Indonesia. Paus Fransiskus menunjuk uskup baru untuk dua keuskupan pada Sabtu (3/7) kemarin. 

Mgr. Yohanes Harun Yuwono ditunjuk menjadi Uskup Agung Palembang dan Mgr. Vitus Rubianto SX menjadi Uskup Padang.

Uskup Yohanes ditunjuk Paus Fransiskus untuk menggantikan Mgr Aloysius Sudarso SCJ yang sudah memasuki masa purnatugas.

Mgr. Rubi ditunjuk untuk menggantikan Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap yang meninggal pada 19 November 2019 lalu.

Pelantikan kedua uskup akan dijadwalkan kemudian berdasarkan kesiapan kedua uskup dan keputusan Kedutaan Besar Vatikan.



Profil Kedua Uskup

Mgr. Yohanes adalah Uskup Tanjung Karang, sementara itu Mgr. Rubi adalah Dosen Kitab Suci Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta.

Mgr Rubi juga adalah Wakil Ketua III STF Driyarkara. Selain menjadi dosen, juga menjadi pendamping para frater Serikat Xaverian di Wisma Xaverian, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Mgr. Rubi lahir pada 15 November 1968 di Semarang, Jawa Tengah. Setamat dari Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan, Semarang, ia bergabung dalam Serikat Xaverian dan mengucapkan profesi kekal pada 18 Maret 1996. Setahun kemudian, ia ditahbiskan menjadi imam, 7 Juli 1997.

Pendidikan strata-1 diselesaikannya di STF Driyarkara. Pada 1997-2001, ia melanjutkan studi S2 bidang Kitab Suci di Institut Biblicum Roma, Italia. Sementara gelar doktornya dalam bidang yang sama diraih pada tahun 2012 di Universitas Gregoriana Roma, Italia.

Sejak tahun 2013, ia menjadi dosen Kitab Suci di STF Driyarkara, mengampu mata kuliah Pengantar Perjanjian Baru, Tafsir Paulus, Tafsir Mazmur, dan lain-lain. Ia juga aktif di Lambaga Biblika Indonesia (LBI).

Sementara itu, Mgr Yohanes lahir di Wates Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada 4 Juli 1964 dan ditahbiskan menjadi imam untuk Keuskupan Pangkal Pinang pada 8 Desember 1992.

Pada 19 Juli 2013, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Uskup Tanjung Karang. Ia ditahbiskan sebagai uskup pada 10 Oktober 2013 dengan moto "Non est personarum acceptor Deus", yang berarti Tuhan tidak membeda-bedakan orang.

Sebenarnya, permohonan pensiun sudah disampaikan oleh Mgr Aloysius sekitar satu tahun lalu. Permohonan itu disampaikan karena Mgr Aloysius sudah memasuki usia 75 tahun pada 12 Desember 2020.

Mgr Aloysius diangkat menjadi uskup di Palembang pada 25 Maret 1997 dan kemudian menjadi uskup agung ketika Palembang berubah status menjadi Keuskupan Agung pada 23 September 2003.

Dalam kepemimpinannya, Mgr Aloysius yang memiliki moto pelayanan "Tuus servus sum ego/Aku ini hamba-Mu" ini selalu berupaya untuk terus mendewasakan umat.

Tidak hanya kepada umat, Uskup Agung Aloysius juga terus memupuk sikap toleransi dan berperan aktif dalam segala bentuk kegiatan sosial dengan antar-umat beragama.

Adapun Keuskupan Agung Palembang memiliki 27 paroki, 2 unit pastoral, dan 1 kuasi paroki di tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi.*

Posting Komentar untuk "Paus Fransiskus Tunjuk Uskup Baru untuk Padang dan Palembang, Ini Profilnya"