Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelajar di Malaka Tega Habisi Nyawa Tantenya, Ini Penyebabnya

Ilustrasi penganiayaan/Ist.

Seorang pelajar SMA di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT berinisial YYF (19) tega dan keji menghabisi nyawa tantenya sendiri lantaran menolak ajakan untuk berhubungan intim.

YYF yang adalah pelajar kelas XII SMA sebuah sekolah di Malaka secara sadis menghabisi nyawanya tantenya, MRL (49) pada 2 Juli lalu.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Cekdam Sadan, Desa Raisamane, Kecamatan Rinhat. Mayat korban baru ditemukan pada sore harinya setelah keluarga melaporkannya kepada Polisi.



Kepala Satreskrim Polres Malaka, Iptu Jamari kepada Kompas.com mengatakan, kasus pembunuhan bermula saat pelaku datang ke rumah MRL sekitar pukul 09.00 WITA.

Karena tak mendapati MRL di rumah, YYF bertanya kepada ibu korban tentang keberadaan tantenya.

Sang ibu pun memberitahu kepada YYF bahwa MRL sedang memetik sirih di kebun.

YYF kemudian langsung menuju kebun yang jaraknya kurang lebih hanya 1 km dari rumah.

Setibanya di kebun, YYF tidak menemukan keberadaan MRL. Ia memutuskan pulang melewati jalan menuju cekdam (tanggul air). 

Ketika melintas di cekdam, YYF melihat MRL sedang mencuci tangan. Kemudian muncul niat untuk memperkosa tantenya.

"Melihat tantenya, pelaku pun timbul niat untuk menyetubuhi korban, sehingga pelaku mendekatinya," kata Jamari, Senin (12/7).


Namun MRL menolak ajakan pelaku karena merupakan keponakannya sendiri.

Tidak menerima penolakan, pelaku kemudian menganiaya korban dengan melemparkan batu dan mengenai bagian bawah kelopak mata MRL hingga luka dan berdarah.

Untuk menyembunyikan jejaknya, YYF kemudian mengambil kayu dan menusuk korban hingga tewas di tempat.

Seusai menghabisi nyawa sang tante, YYF dengan santai dan tenang pulang ke rumah.

Di rumah, ia melaporkan bahwa tantenya ditemukan tewas di cekdam Sadan.

Akhirnya, pihak keluarga melaporkan kasus itu ke Mapolres Malaka yang langsung ditanggapi dengan melakukan penyelidikan.

Selama penyelidikan, Polisi menemukan bukti-bukti yang mengarah kepada penganiayaan. YYF diduga kuat menjadi pelaku dalam peristiwa penganiayaan itu.

Polisi kini telah mengamankan pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, YYF dikenai Pasal 338 Subs Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara.*

Posting Komentar untuk "Pelajar di Malaka Tega Habisi Nyawa Tantenya, Ini Penyebabnya"