Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Poltekkes Kupang Klarifikasi Soal Warga Membludak Antre Vaksin

Antrean vaksinasi di Poltekkes Kupang membludak/Antara.

Antrean vaksinasi massal virus corona (Covid-19) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (14/7) pagi membludak hingga berujung ricuh.

Ribuan orang mendatangi Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang, menyerbu dan menyeroboti pagar kampus agar bisa masuk ke area vaksinasi.

Petugas Satgas Covid-19 yang berusaha menahan pagar agar warga masuk melalui antrean, tak bisa menahan derasnya amukan warga yang berdesakkan. 

Akibat penyerobotan peserta vaksinasi, pagar milik Poletekkes Kupang rusak. Selain menyerobot pagar, sebagian massa melompati pagar kampus.

Menanggapi situasi tersebut, Kapolresta Kupang dan Walikota Kupang memutuskan untuk mengalihkan lokasi vaksinasi ke Kantor Kejaksaan Tinggi NTT.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kupang Krsitina meminta maaf atas kerumunan besar yang terjadi di kampus akibat adanya gelaran vaksinasi.

Dia menjelaskan, saat membuka alokasi vaksinasi untuk masyarakat beberapa waktu lalu antusiasme warga Kota Kupang sangat tinggi sehingga sulit terkendali.

"Ini semua kami tidak pernah menduga, kami juga ingin berniat baik, warga juga tidak bisa disalahkan, pemerintah juga. Untuk itu kami sangat minta maaf," katanya di Kupang.

Dia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan gugus tugas termaksud kelurahan setempat dan Pemkot Kupang.

Namun dia sangat kaget betapa masyarakat begitu antusias untuk divaksin.

Padahal kampus hanya membagikan nomor antrian sebanyak 250 orang. Hal itu karena vaksinasi berjalan cukup lama dan tenaga kesehatan yang diterjunkan terbatas.

"Satu hari itu kuotanya 200-250 orang, itu juga sesuai dengan kapasitas vaksin kami kalau memang ada lagi maka baru bisa laksanakan lagi," papar Kristina.

Dia menegaskan bakal mengatur ulang dengan protokol kesehatan yang ketat pada saat vaksinasi nantinya agar tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, di lokasi vaksinasi yang bertempat di Kejati NTT, masyarakat juga menyemut tanpa memperhatikan prokes.

Untuk menghindari kerumunan, Kejati NTT memutuskan untuk memberikan kupon kepada peserta vaksinasi agar yang masuk ke lokasi vaksinasi sesuai dengan nomor antrean.

Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Provinsi NTT dr. Teda Litik mengatakan, menyemutkan masyarakat di lokasi vaksinasi bisa berpotensi menciptakan klaster baru Covid-19.

"Saat ini banyak warga Kota Kupang mendatangi tempat vaksinasi massal hanya untuk vaksin tanpa protokol kesehatan. Hal ini sangat miris," ujarnya di Kupang, Selasa (13/7).

Pemerintah Provinsi NTT dan Bupati/Walikota diharapkan bisa memperhatikan masalah kerumunan di lokasi vaksinasi karena sangat rentan terhadap penularan virus baru.

Langkah-langkah pencegahan perlu segera dilakukan di tengah melonjaknya angka penularan Covid-19 di NTT belakangan ini yang sudah mencapai ribuan kasus per hari.*

Posting Komentar untuk "Poltekkes Kupang Klarifikasi Soal Warga Membludak Antre Vaksin"