Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tragis, perempuan NTT ini jadi pelaku pembuang bayi di Bali

Melda Kause, pelaku pembuang bayi di Bali/Ist.

Graha Budaya -- Seorang perempuan asal Saba, Soe, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, bernama Melda Kause (29) menjadi pelaku pembuang jasad bayi di Denpasar, Bali.

Melda akhirnya ditangkap Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Selasa (29/6) sore setelah terbukti melakukan tindak pidana karena membuang bayinya sendiri di semak-semak. 

Melda ditangkap di rumah majikannya yang beralamat di Jalan Tukad Pancoran IV Blok M, Panjer, Denpasar Selataan, setelah mendapat laporan dari warga setempat. 

Baca juga: 4 warga Maumere tewas setelah makan ikan buntal campur moke

Adalah Misnawi (49), seorang penjual bakso keliling yang menemukan bayi Melda saat hendak membuang air kecil di lokasi kejadian.

Bersyukur bahwa Misnawi menemukan bayi tersebut dalam kondisi masih hidup meski mengalami luma-luka, sehingga segera mendapat pertolongan untuk perawatan lebih lanjut dan kini sudah stabil.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, AKP Hadimastika Karsito Putra menerangkan, penangkapan pelaku ini bermula dari adanya laporan warga atas penemuan bayi laki-laki di lokasi kejadian.

"Anggota kami mendatangi TKP serta mengumpulkan bukti-bukti. Kemudian team mendapatkan informasi bahwa di Jalan Tukad Pancoran IV Blok K, Panjer, Denpasar Selatan ada seorang pembatu rumah tangga seperti habis melahirkan," katanya, Rabu (30/6).

Baca juga: Terungkap, 4 korban keracunan ikan buntal di Maumere 1 keluarga

Dari informasi itu, polisi langsung bergerak menuju rumah tinggal Melda dan mengamankan pelaku di sana. Usai ditangkap, polisi langsung membawa Melda ke Mapolsek Densel untuk dilakukan interogasi dan penyidikan.

Melda, yang bekerja sebagai ART ini mengaku bahwa dia melahirkan bayi tersebut di semak-semak tempat bayi ditemukan tanpa bantuan siapapun.

Baca juga: Maumere Berduka, Jenazah 4 Korban Keracunan Ikan Buntal Dimakamkan

Namun pengakuan Melda diragukan karena bayi yang ditemukan masih hidup setelah lebih dari dua hari dibuang. Polisi menyimpulkan bahwa bayi tersebut diduga baru dibuang pada 28 Juni.

"Karena ini menyangkut pembuangan anak, tentu ada unsur pidananya. Dia dikenakan pasa 305 atau 308 KUHP," ungkap Hadimastika.

Kini, Melda diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.*

Posting Komentar untuk "Tragis, perempuan NTT ini jadi pelaku pembuang bayi di Bali"