TPFI Soal TKP Penemuan Astri dan Lael: Diduga Sudah Direncanakan Pelaku - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TPFI Soal TKP Penemuan Astri dan Lael: Diduga Sudah Direncanakan Pelaku

Ketua TPFI Samuel Haning (Graha Budaya/Youtube).

KUPANG (Graha Budaya) -- Ketua Tim Pencari Fakta Independen (TPFI)  Samuel Haning menyampaikan kesedihan yang mendalam atas kepergiaan Astri Manafe dan Lael Maccabbee yang menjadi korban pembunuhan di Kupang.

Dia mengatakan bahwa penemuan jasad kedua korban di lokasi penggalian pipa SPAM Kali Dendeng, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, pada 30 Oktober 2021, merupakan bukti pertolongan Tuhan yang luar biasa.

Tanpa gerakan Roh Tuhan, sopir dan kondektur ekskavator tidak mungkin bisa menemukan jasad kedua korban. Adapun kedua penemu jasad korban adalah sopir Obetnego Benu dan Semi Leonard Toto.

Pada Selasa, 25 Januari 2022 yang lalu, dia dan tim dari TPFI mengunjungi lokasi penemuan mayat Astri dan Lael. 

Di sana dia sempat berbincang dengan sopir dan kondektur ekskavator yang mengerjakan proyek SPAM di Penkase tersebut.

Dia merasa tidak kuat dan begitu iba dengan tragedi kemanusiaan yang menimpa Astri dan Lael yang begitu mengenaskan.

"Ketika saya bersama teman-teman datang meninjau, melihat secara langsung, lokasi penemuan Astri dan Lael ini membuat saya sangat sedih. Karena kalau bukan Tuhan yang menolong, bukan Tuhan yang memberikan petunjuk kepada petugas ekskavator Obet Benu, maka sia-sia sudah," katanya dikutip dari Youtube Suara Fakta Humum, Minggu (30/1).

Baca Juga: Alasan Jack Manafe Menarik Diri dari Kasus Astri dan Lael Bikin Nangis

Dia menduga bahwa lokasi penggalian pipa di Kali Dendeng tersebut memang telah dipilih para penjahat kemanusiaan untuk menyembunyikan mayat kedua korban.

Namun kuasa Tuhan sungguh luar biasa sehingga menggerakkan hati nurani Obet dan Semi untuk membongkar kebusukan dan kepicikan nurani para pelaku.

"Saya melihat tempat ini telah direncanakan terlebih dahulu. Tempat ini jauh dari keramaian, jauh dari pantauan orang, jauh dari hiruk pikuk masyarakat," katanya.

Baca Juga: Frater OCD di Kupang Bunuh Diri, Begini Kronologi Lengkapnya!

Dia pun mendorong penyidik Polda NTT mengusut tuntas kasus pembunuhan Astri dan Lael sehingga memberikan keadilan bagi keluarga korban yang begitu menderita karena kehilangan dua anggota keluarganya.

"Saya meminta sekali lagi kita membuka pikiran, kecerdasan, agar benar-benar kita tahu segungguhnya motif daripada pembunuhan dan siapa-siapa yang merancangkan rencana pembunuhan, dan siapa-siapakah pelaku yang sesungguhnya. Kemudian yang kedua, siapa eksekutor bersama sehingga menghabiskan nyawa daripada Astri dan Lael," ungkapnya.

Baca Juga: Fakta-fakta Menarik tentang Flores dan Orang-orangnya

Adapun, kasus Astri dan Lael telah mendapat atensi dari Mabes Polri. Besok, Senin (31/1), Mabes Polri akan menggelar perkara dengan keluarga korban di Jakarta.

Di sisi lain, laporan investigasi TPFI di Kupang telah masuk ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP) setelah pada Jumat lalu, Anggota TPFI Buang Sine memberikan keterangan kepada penyidik Polda NTT.

Diharapkan kasus ini segera mendapat titik terang di tengah sejumlah kejanggalan.***

2 komentar untuk "TPFI Soal TKP Penemuan Astri dan Lael: Diduga Sudah Direncanakan Pelaku"

  1. Kuasa Tuhan sungguh luar biasa.
    Semoga kk Astri dan Lael bahagia dalam keabadian di Surga.

    BalasHapus