Akan Pensiun Setelah 24 Tahun Jadi Uskup Agung Kupang, Inilah Profil Mgr Petrus Turang - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akan Pensiun Setelah 24 Tahun Jadi Uskup Agung Kupang, Inilah Profil Mgr Petrus Turang

Mgr. Petrus Turang, Pr.


KUPANG (GRAHA BUDAYA) -- Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang Pr menyatakan akan mengundurkan diri karena telah memasuki usia pensiun. Mgr. Petrus menjabat selama lebih dari 24 tahun sebagai Uskup Agung Kupang, yaitu sejak 27 Juli 1997.

Kitab Hukum Kanonik (KHK) 401 mengatur bahwa seorang uskup diharapkan mengajukan izin mengundurkan diri dari jabatannya jika punya dua alasa.

Pertama, sudah genap berusia 75 tahun (pasal 1), dan kedua, karena alasan kesehatan atau alasan lain yang berat, sehingga tidak bisa lagi menjalankan tugasnya dengan baik (pasal 2).

Baca juga: Uskup Agung Kupang akan Mengundurkan Diri pada 23 Februari

Dengan pengunduran diri tersebut, Mgr Petrus Turang akan menjadi Uskup Emeritus. Tentu, Keuskupan Agung Kupang akan memilih seorang uskup pengganti.

Mgr Petrus Turang adalah uskup asal Minahasa, lahir di Tataaran, Manado, 23 Februari 1947. Pada 23 Februari nanti, dia tepat bersusia 75 tahun.

Petrus mula-mula tahbis imam pada 18 Desember 1974 sebagai imam Diosesan Keuskupan Manado. 

Setelah menjalani kehidupan imamat, dia dipanggil KWI untuk menjabat sebagai  Sekretaris Eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KWI.

Selama memegang jabatan tersebut, dia ditunjuk sebagai Uskup Agung Koajutor Keuskupan Agung Kupang pada 21 April 1997 sebelum ditahbiskan jadi uskup agung.

Mgr Petrus Turang sebetulnya meneruskan secara otomatis kepemimpinan keuskupan pasca meninggalnya Uskup Agung Gregorius Manteiro, SVD pada awal tahun 1997.

Adapun motto tahbisan uskup Mgr Petrus Turang adalah "Pertransiit benefaciendo" (Ia berkeliling sambil berbuat baik," (Kis 10:38).

Salah satu peristiwa yang membuat umat Katolik begitu mengingat Mgr Petrus Turang adalah kejadian pada tahun 2013 lalu.

Saat itu, dia menampar seorang imam yang merupakan pendidik dan pengajar di Seminari Tinggi Santo Michael, Penfui, Kupang. Namanya Rm. Yohanes Subani, Pr.

Kejadian itu berlangsung pada 10 Januari 2013 setelah perayaan Natal bersama di Gereja Katedral Kupang. Para imam maju ke depan untuk bersalaman dengan Uskup.

Baca juga: Tragis, Siswa SMAK St. Klaus Werang Bunuh diri, Begini Kronologinya

Ketika tiba giliran Rm Yohanes, dia tidak mencium cincin uskup sebagaiman imam lainnya yang mencium cincin uskup.

Akibat tindakan tersebut, dia mendapat kecaman luas dari banyak pihak. Dia dinilai arogan karena tidak layak seorang uskup melakukan tindakan kekerasan.

Insiden itu pun berujung pada adanya surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua KWI dan Nuncio Apostolik.*

Posting Komentar untuk "Akan Pensiun Setelah 24 Tahun Jadi Uskup Agung Kupang, Inilah Profil Mgr Petrus Turang"