Berkas Perkara Randy PP Polda-Kejati, Gerry Diduga Kunci Bongkar Jejak Digital - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berkas Perkara Randy PP Polda-Kejati, Gerry Diduga Kunci Bongkar Jejak Digital

Ipda Gerry Agnar Timur.

KUPANG (GRAHA BUDAYA) -- Penanganan kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang masih belum terurai. Ada benang kusut yang seolah meliliti kasus ini sehingga berputar-putar dan mengikat satu sama lain.

Dua kali Kejati NTT menolak kiriman berkas perkara dari Polda NTT. Seolah-olah berkas perkara tersebut pulang-pergi (PP) dari Mapolda NTT ke Kejati NTT.

Penyidik Polda NTT harus bekerja maksimal untuk mengusut dan melengkapi petunjuk yang digarisbawahi JPU Kejati NTT.

Baca Juga: Beredar Identitas Oknum Polisi yang Diduga Ambil CCTV di Gereja Zoar Penkase

Menanggapi mondar-mandirnya berkas perkara Randy Badjideh, Bio Nerve mengatakan bahwa kunci untuk membongkar kasus ini ada pada salah satu oknum polisi.

Dia adalah Ipda Gerry Agnar Timur atau biasa dipanggil Gerry. Oknum polisi ini disebut-sebut menjadi kunci untuk membongkar jejak digital yang merekam tempat dan waktu terakhir kedua korban.

"Penyidik harus penuhi unsur Pasal 184 KUHP kalau mau berkas perkaranya rampung dan segera di-P21-kan. Salah satunya adalah jejak digital. Apakah jejak digital ini ada kaitannya dengan Gerry? Jawabannya ya karena Gerry adalah salah satu penyidik yang menangani kasus pembunuhan ini," katanya di akun Facebooknya, Kamis (10/2).

Baca Juga: Digugat Cerai Marianus Sae, Maria Moi Tepis Tuduhan Selingkuh

Dia mendesak agar penyidik Polda NTT memeriksa juga Gerry untuk mempertanggungjawabkan semua jejak digital yang dikumpulkannya.

Salah satu jejak digital yang dihimpun Gerry adalah rekaman CCTV di Gereja Zoar Penkase, yang diduga diambilnya pada 3 November 2021, atau tiga hari setelah jasad kedua korban ditemukan di lokasi proyek SPAM Kali Dendeng, Penkase, Alak.

"Dia harus bertanggung jawab atas semua jejak digital yang belum dia lampirkan dalam berkas perkara itu," pungkas Bio Nerve.

Baru-baru ini, kuasa hukum keluarga korban sudah menyampaikan perihal hilangnya kamera CCTV di Gereja Zoar Penkase yang diketahui diambil Gerry untuk kepentingan penyelidikan kepada Mabes Polri.

Meski diketahui untuk kepentingan penyelidikan, Aditya Nasution menduga bahwa bisa saja rekaman CCTV tersebut diambil untuk menghilangkan alat bukti.

Sementara itu, pihak keluarga korban dan pihak Gereja Zoar Penkase sudah bertemu baru-baru ini untuk membahas masalah itu.

Baca Juga: Mantan Bupati Ngada Marianus Sae Gugat Cerai Istrinya, Ini Alasannya

Pihak gereja mengakui bahwa memang oknum polisi bernama Gerry yang mengambil rekaman file CCTV tersebut.

Salah satu rekaman di dalam CCTV tersebut yaitu adanya seorang ibu yang menggendong anaknya melewati samping gereja menuju seorang laki yang menunggu di depan menggunakan motor.

Namun saat itu, pihak gereja tidak mengetahui bahwa itu adalah Astri dan Lael yang dijemput Randy, ayah biologis Lael.

Hal itu karena kala itu belum diketahui identitas kedua korban sehingga tidak ada dugaan dari pihak gereja mengenai kedua korban. Identitas kedua korban baru diketahui pada 24 November setelah keluar hasil autopsi di RS Bhayangkara Kupang.

Sebelum itu, sebetulnya TPFI sudah mengantongi identitas kedua korban berdasarkan investigasi mereka.*

Posting Komentar untuk " Berkas Perkara Randy PP Polda-Kejati, Gerry Diduga Kunci Bongkar Jejak Digital"