Dua Kakak-Beradik di Ngada Tewas Terpanggang Api, Pergilah Malaikat Kecil! - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dua Kakak-Beradik di Ngada Tewas Terpanggang Api, Pergilah Malaikat Kecil!

Kebakaran pondok di Ngada, dua kakak-beradik tewas terpanggang/Tribun Flores.

BAJAWA (GRAHA BUDAYA) -- Air mata ibu Imelda Ndai membanjiri jalan menuju tempat pemakaman kedua anak kesayangannya pada Senin (31/1).

Dia tak bisa menerima kenyataan bahwa kedua anaknya pergi dalam kondisi mengenaskan, mati karena terpanggang api yang melahap pondok mereka di kebun.

Beberapa warga membantu Imelda Ndai berjalan menuju tempat penghormatan terakhir untuk kedua putra yang begitu dicintainya.

Betapa, semuanya sudah menjadi bubur. Imelda Ndai dan Fidelis Keka hanya bisa berserah kepada Tuhan. Hanya hati yang lapang dan diiring doa yang tulus agar kedua putra mereka menjadi malaikat yang melindungi keluarga mereka di waktu yang akan datang.

Kejadian naas menimpa kedua putra kesayangan mereka pada hari Minggu (30/1) siang, di Kampung Wawa di Dusun Wongawado, Desa Keligejo, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.

Berniat mengikuti ibadah hari Minggu dan bekerja, Fidelis dan Imelda justru secara tidak sadar meninggalkan kedua anaknya di pondok.

Anak sulung mereka bernama Antonius Ago (6) sedangkan adiknya bernama Jefrianus Sura (2).

Fidelis diketahui pergi berdoa di Kampung Wawa di Dusun Wongawado yang dilanjutkan dengan kegiatan arisan keluarga.

Sedangkan Imelda pergi memberi minum sapi di kali yang ada di dekat kampung mereka.

Beberapa saat setelah mereka meninggalkan pondok, terjadi kebakaran hebat yang membuat pondok tersebut ludes dilahap jago merah.

Anton dan Jefri yang ditinggalkan di pondok pun menjadi korban kebakaran pondok yang sampai saat ini belum diektahui penyebabnya.

Fidelis dan Imelda justru mendapatkan kabar dari warga bahwa pondok mereka telah terbakar pada sekitar pukul 13.30 WITA dan menemukan kedua bocah terpanggang api.

"Usai padamkan api, warga melihat ada dua orang tewas terpanggang api. Keduanya merupakan kakak beradik. Yang satu umur 6 tahun dan satu lagi umur dua tahun," ujar Kepala Desa Keligejo Videlis Keo.

Dia menjelaskan warga setempat melihat ada asap api di pondok Fidelis. Selanjutnya warga setempat pergi menuju ke sumber api dan berusaha memadamkan api tersebut.

Betapa terkejutnya warga melihat kedua kakak beradik yang masih kecil itu terpanggang api karena tak bisa menyelamatkan diri saat kebakaran.

Polsek Aimere pun sedang melakukan penyelidikan mengenai penyebab kebakaran. Jasad kedua korban telah disemayamkan di rumah keluarga dan dikuburkan pada Senin (31/1)*.

Selamat jalan Anton dan Jefri. RIP.

1 komentar untuk "Dua Kakak-Beradik di Ngada Tewas Terpanggang Api, Pergilah Malaikat Kecil!"

  1. RIP, kasihan sekali..
    Tapi ko orangtua tega meninggalkan anak2 sendirian..

    BalasHapus