Minta Dilengkapi, Berkas Perkara Astri dan Lael Dikembalikan ke Polda NTT - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Minta Dilengkapi, Berkas Perkara Astri dan Lael Dikembalikan ke Polda NTT

Jumpa pers kasus Astri dan Lael.
  
KUPANG (GRAHA BUDAYA) -- Kejaksaan Tinggi NTT menyerahkan kembali berkas perkara pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabbee untuk kedua kalinya pada Senin (7/2).

Kasi Penerangan Umum Kejati NTT Abdul Hakim mengatakan dikembalikannya berkas perkara Randy Badjideh karena berkas yang dikirimkan oleh Polda NTT pada 28 Januari tersebut belum lengkap.

"Setelah jaksa melakukan penelitian terhadap petunjuk-petunjuk yang diberikan, ditemukan belum sepenuhnya dipenuhi oleh penyidik, makanya berkasnya dikembalikan," katanya.

Baca Juga: Kisah Haru 3 Kakak-Beradik Berusia Lebih dari 100 Tahun di Soe Saling Mengunjungi

Tidak dijelaskan secara detail alasan pengembalian tersebut, namun dia mengatakan bahwa sejumlah materi yang dimintai jaksa harus dilengkapi lagi oleh penyidik.

 "Yah, petunjuk jaksa belum dipenuhi," ungkapnya.

Abdul menambahkan bahwa petunjuk kelengkapan berkas disampaikan oleh jaksa peneliti, karena hal tersebut merupakan kewenangan jaksa penuntut umum (JPU).

"Yang tahu cuma penyidik dan JPU. Apa yang yang dibicarakan dan berapa jumlah petunjuk belum diketahui. Cuma mereka yang tahu," imbunya.

Lanjutnya lagi, Jaksa atas perintah Kepala Kejati NTT,Yulianto, akan bekerja secara profesional dalam mengkaji kasus ini, dan paling lembat dua pekan lagi berkas dinaikkan.

Baca Juga: Demi Keadilan Astri dan Lael, Forum Nusa Kenari Alor Nyalakan 1000 Lilin

Menanggapi persoalan tersebut, penasihat hukum keluarga korban meminta kepada penyidik Polda NTT untuk fokus membuktikan pelaku dalam kasus kematian ibu dan anak di Penkase.

"Karena BAP yang saat ini dipakai sangat lemah untuk membuktikan bahwa Randy merupakan pelaku pembunuhan berencana," pinta Adhitya Nasution.*

Sumber: Koran NTT.

Posting Komentar untuk "Minta Dilengkapi, Berkas Perkara Astri dan Lael Dikembalikan ke Polda NTT"