Kesan Romo Yoyon tentang Jokowi Saat Hadiri Kemah di Titik Nol IKN - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesan Romo Yoyon tentang Jokowi Saat Hadiri Kemah di Titik Nol IKN

Presiden Jokowi dan Romo Yoyon.

GRAHA BUDAYA -- Bermula dari pemberitahuan ibu Helena Samuel Legi, Ketua Dewan Adat Dayak, saya dipilih untuk mewakili Tokoh Agama Katolik di Penajam untuk hadir dalam kunjungan kepresidenan dan prosesi penyatuan air dan tanah yang dibawa oleh 34 Gubernur se-Indonesia. 

Rombongan kami semua ada 13 orang yang terdiri dari perwakilan masyarakat adat, tokoh masyarakat dan agama. 

Dalam acara tersebut, kami menjadi saksi mata dan berdoa bersama yang dipimpin oleh Kepala kantor Kemenag Penajam. 

Baca juga: Romo Wiyono Diundang Jokowi Hadiri Acara Kemah di Titik Nol IKN

Doa di daraskan dalam tata cara muslim. Dalam hati saya tentu berdoa dengan intensi mohon berkat keselamatan bagi para pemimpin negeri dan proses pembangunan Ibu Kota Nusantara. 

Saya lalukan sambil menggengam Salib Oblat sesuai tradisi sebagai seorang OMI. 

Saya yakin, demikian pula dengan para tokoh adat, masyarakat dan agama lain yang turut dalam acara doa tersebut menghendaki keselamatan, kedamaian dan segala hal baik dalam proses pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Sehati dan sejiwa. Cor unum et anima una.

Setelah acara tersebut selesai, Bapak Presiden dan para Gubernur serta beberapa Menteri yang hadir, juga kami semua beristirahat di tenda yang disediakan panitia. 

Bapak Presiden kemudian beranjak ke lokasi tempat mereka akan camping. 

Beberapa waktu kemudian, kami diundang untuk bertemu Beliau di salah satu tenda terbuka. 

Pak Jokowi nampak sangat ramah dan sederhana. Acara dialog pun terasa santai, tanpa ketegangan. 

Beberapa perwakilan dipersilahkan menyampaikan pemikirannya. Bapak Presiden menanggapi dengan bijak. 

Cara bicara dan penyampaiannya begitu tenang. Rupanya harapan kami sudah ada dalam kerangka pemikiran besar Beliau. 

Sebagai peserta yang mendengar langsung, saya berkeyakinan bahwa program raksasa Ibu Kota Nusantara ini, sudah melibatkan dan berusaha mengakomodasi segala elemen penting. Semua bagi bangsa dan negera RI. 

Maka sudah sepantasnya bila kita sebagai umat Katolik di Indonesia, yang menyadari kehadiran kita sebagai bagian tak terpisah dari RI, membuka diri untuk bekerja sama dan mendukung "kerja bakti nasional" pembangunan Ibu Kota Nusantara. 

Akhir kata : Pak Jokowi, You'll never walk alone. 

Doa kami umat Katolik menyertai. 

Sugeng makaryo, Berkah Dalem.

Posting Komentar untuk "Kesan Romo Yoyon tentang Jokowi Saat Hadiri Kemah di Titik Nol IKN"