In Memoriam Pater Kurt SVD: Pendiri Kemah Tabor Mataloko Itu Telah Tiada - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

In Memoriam Pater Kurt SVD: Pendiri Kemah Tabor Mataloko Itu Telah Tiada

Pater Kurt, SVD.

GRAHA BUDAYA -- Kabar duka melanda Gereja Katolik Flores, Nusa Tenggara Timur. Pendiri Kemah Tabor Mataloko, Pater Kurt Bard Franz, SVD telah tutup usia.

Pastor Katolik asal dari tarekat SVD ini menghembuskan napasnya yang terakhir di RSUD Bajawa, Ngada, pada Rabu (16/3) sekitar pukul 13.35 WITA.

Pater Kurt menyusul Pater Alex Beding yang meninggal pada pekan lalu di Maumere pada usia 98 tahun. Pater Kurt sendiri menutup kehidupan fananya pada usia 88 tahun.

Baca juga: Pater Alex Beding Berpulang di Usia 98 Tahun, Selamat Jalan Guru!

Misionaris kelahiran Jerman ini sempat dirawat di RSUD TC Hillers Maumere akibat terkena stroke atau serangan jantung.

Pater Kurt SVD terkenal karena jasanya membesarkan Kemah Tabor Mataloko menjadi wisata rohani paling populer di kalangan umat Katolik di tanah Flores.

Kemah Tabor Mataloko menjadi rumah retret bagi sejumlah sekolah menengah dan komunitas Katolik di beberapa kabupaten di Pulau Flores. Alamnya yang sejuk dan dingin, dengan rerumputan hijau permai, memberikan sensasi rohani yang istimewa di benak peziarah dari manapun mereka berasal.

Baca juga: In Memoriam: Pater John Jawa O.Carm dan Sebungkus Kenangan

Biodata Pater Kurt SVD

Pater Kurt SVD lahir di Theley-Saar, 11 Pebruari 1934 dari pasangan Ayah bernama Franz Bard dan Ibu Anna Bard.

Pater Kurt hanya memiliki seorang adik, Arnold Bard yang berumur 6 tahun lebih muda.

 Dia menjalani pendidikan dasar di Theley-Saat, tamat tahun 1948.

 Pendidikan Seminari Menengah Pertama dan Menengah Atas di St. Wendel, tamat tahun 1957.

Kemudian pendidikan Filsafat di St. Gabriel Wina, Austria. Dia tamat tahun 1963. Padatahun itu juga ditahbiskan menjadi Imam SVD. 

Setelah tahbisan imamat, Pater Kurt SVD melanjutkan ke jenjang Pendidikan Teologi/Kateketik di Munchen, Jerman yang diselesaikannya pada tahun 1965.

Setelah selesai Pendidikan Teologi, Pater Kurt bertolak ke Indonesia dan tiba pertama kali di Jakarta pada 12 Agustus 1965.

Hampir seluruh waktunya dihabiskan di Indonesia, terutama di Kemah Tabor Mataloko.*

Posting Komentar untuk " In Memoriam Pater Kurt SVD: Pendiri Kemah Tabor Mataloko Itu Telah Tiada"