Kejati NTT Harap Randy dalam Kondisi Sehat Saat Diserahkan Penyidik - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejati NTT Harap Randy dalam Kondisi Sehat Saat Diserahkan Penyidik

Abdul Hakim.

GRAHA BUDAYA -- Berkas perkara pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee sudah rampung (P-21).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna mengatakan kepastian mengenai rampungnya berkas perkara tersebut disampaikan jaksa peneliti pada Rabu, 23 Maret 2022 lalu.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan saat ini pihaknya menunggu limpahan tersangka Randy Badjideh dan barang bukti sesuai berkas perkara tersebut.

Baca juga: Deddy Manafe Sebut Randy Terancam Pidana Mati jika Berbohong di Pengadilan

Namun dia menggarisbawahi bahwa ketika menerima tersangka Randy, pihaknya harus memastikan bahwa mantan pacar korban Astri itu dalam kondisi sehat.

Hal itu agar tersangka Randy siap untuk menjalani persidangan yang merupakan tahap akhir dari penanganan kasus pembunuhan ibu dan anak ini.

“Mengenai tahap II tergantung penyidik, yang jelas pada saat penyerahan tersangka dalam keadaan sehat. Jadi, penyerahan tahap II tergantung koordinasi penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) saja, kapan penyerahan tahap II," ujar Abdul di Kupang, Jumat (25/3) dikutip Kupang Terkini.

Baca juga: Berkas Lengkap, PH Korban Minta JPU Tidak Ragu Susun Surat Dakwa Randy

Adapun, polisi telah menetapkan Randy sebagai tersangka dan dijerat pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Alat bukti dan keterangan saksi dan ahli forensik akan dibuka di persidangan.

Pakar hukum pidana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Deddy Manafe mengatakan tersangka Randy Badjideh alias RB bisa terancam pidana mati jika terbukti berbohong atau berbelit-belit saat persidangan nanti.

Menurut dia, tersangka Randy harus konsisten menyampaikan keterangannya saat persidangan setelah kejaksaan melimpahkan berkas ke pangadilan.

"Jika (Randy) ternyata tetap konsisten juga, maka hakim dapat menilai dan memperoleh alat bukti PETUNJUK bahwa benar RB pelakunya, namun berbohong, berbelit-belit, dan tidak menyesali perbuatannya. Ini menjadi ALASAN MEMBERATKAN yang menjadi dasar pertimbangan untuk menjatuhkan pidana mati," kata Deddy dalam tulisannya yang dikutip di media sosial.

Dia menggarisbawahi bahwa jika nanti dalam fakta persidangan terungkap adanya pelaku lain, maka hakim akan memerintahkan agar dilakukan penyidikan terhada fakta tersebut.

Adanya pelaku lain dalam kasus ini akan bergantung kemampuan JPU untuk menggali fakta persidangan dan kejelian dan kebijaksanaan hakim untuk menilai fakta persidangan.

"Jika ternyata fakta persidangan membuktikan bahwa RB bohong tentang MENCEKIK Astri, maka jelas juga RB patut diduga bohong bahwa Astri yang mencekik Lael," ungkapnya.*

Posting Komentar untuk "Kejati NTT Harap Randy dalam Kondisi Sehat Saat Diserahkan Penyidik"