Keterangan Saksi Berubah, Dugaan Rekayasa Kasus Astri dan Lael Makin Jelas - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keterangan Saksi Berubah, Dugaan Rekayasa Kasus Astri dan Lael Makin Jelas

Tersangka Randy Badjideh.

GRAHA BUDAYA -- Dugaan rekayasa kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee makin jelas.

Hal itu karena keterangan saksi Fery Taunus berubah setelah penyidik Polda NTT melakukan pemeriksaan ulang baru-baru ini untuk melengkapi berkas perkara Randy Badjideh, tersangka pembunuhan Astri dan Lael setelah ditolak Kejati NTT tiga kali.

Dalam BAP baru tersebut, salah satunya disebutkan bahwa saksi Fery Taunus mengaku bukan mencuci mobil Avanza ketika diminta tersangka Randy setelah membunuh korban, melainkan mobil Rush. 

Keterangan saksi ini berubah karena sebelumnya Fery Taunus yang merupakan teman Randy, mengaku mencuci mobil Avanza warna hitam milik Randy.

Fery mencuci mobil tersebut pada 28 Agustus 2021, atau sehari setelah Randy menghabisi nyawa korban. Keterangan tersebut telah masuk dalam BAP pertama.

Namun, dari pengakuan Randy sendiri, pada 29 Agustus 2021, dia meminta kedua temannya untuk menggali lubang untuk menguburkan kedua korban di Penkase.

Randy menggunakan mobil Rush untuk membawa jenazah kedua korban sebagaimana tampak dalam rekonstruksi pada Desember 2021 lalu.

Yang menjadi pertanyaan publik adalah: apakah pada tanggal 28 Agustus 2021 mayat kedua korban masih ada di dalam mobil atau tidak? 

Sementara, Randy baru menguburkan jenazah kedua korban pada 31 Agustus. Kemudian, apakah benar ada perbedaan jenis mobil yang dipakai Randy dengan yang dicuci Fery?

Jika Fery sebelumnya mengaku mencuci mobil Avanza warna hitam, mobil siapakah itu? Demikian pertanyaan warganet NTT yang beredar di media sosial Facebook.

Sementara itu, jaksa dalam keterangan penelitian meminta agar penyidik menyita mobil Avanza tersebut dan melakukan pemeriksaan kontrontir terhadap saksi Fery Taunus.

Ketua Tim Kuasa Hukum tersangka Yance Thobias Mesakh kepada Pos Kupang mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan Polda NTT tidak ditemukan adanya mobil Avanza. 

Menurut keterangan saksi, mobil yang dicuci hanya satu jenis yaitu Rush. Saksi awalnya ragu saat memberikan keterangan dan semuanya tertuang dalam BAP pertama.

Kemudian, tim Laboratorium Forensik Denpasar melakukan pemeriksaan terhadap mobil Avanza tersebut, tetapi tidak ditemukan bukti apapun terkait insiden pembunuhan. 

Salah satunya adalah terkait dugaan adanya bercak di dalam mobil tersebut sebagaimana isu yang ramai beredar di media sosial.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto,  mengatakan penyidik terus berupaya melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk dari Jaksa peneliti berkas perkara.

BAP Randy dikirim penyidik ke Kejati NTT untuk keempat kalinya pada 16 Maret lalu.

"Sejauh ini penyidik masih melengkapi sejumlah petunjuk sesuai permintaan Jaksa Peneliti berkas perkara sehingga kami berharap dalam waktu dekat kasusnya segera tuntas," ungkap Krisna.

Terkait adanya bukti petunjuk baru, penyidik sementara melakukan pengembangan penyidikan sesuai ketentuan KUHAP dan Prosedur penyidikan kepolisian.

"Semua bukti yang diperoleh selama proses penyelidikan dan penyidikan telah dilakukan, sehingga apabila ada bukti atau petunjuk baru, maka penyidik segera menindaklanjutinya," tambah Krisna.

Dia berharap berkas perkara kasus kematian Astri-Lael segera tuntas dan kasusnya segera berlanjut ke tahap persidangan.

"Kami yakin berkas perkaranya tuntas dalam waktu dekat, dan kasusnya segera dilimpahkan untuk lanjut ke persidangan sehingga dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," ungkapnya.*

1 komentar untuk " Keterangan Saksi Berubah, Dugaan Rekayasa Kasus Astri dan Lael Makin Jelas"