Pastor Paroki Onekore Ende Maafkan Terduga Pencemaran Hosti - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pastor Paroki Onekore Ende Maafkan Terduga Pencemaran Hosti

Kasus pencemaran Hosti di Ende/Floresposnet.

GRAHA BUDAYA -- Otoritas Gereja Katolik memaafkan terduga pencemaran Hosti Mahakudus yang terjadi di Paroki St. Yosep Onekore Ende pada Minggu (27/3).

Pastor Paroki Onekore Pater Krispinianus Lado, SVD mengatakan pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan pihak keluarga terduga dan kepolisian usai misa.

Dia meminta umat Katolik tetap tenang dan tidak boleh bereaksi secara berlebihan.

Baca juga: Max Weber Sebut Orang Flores Punya Bakat Musik Lebih Tinggi dari Suku Lain di RI

“Kita dengar permintaan maaf dari orang tua anak ini dan kita ampuni. Yesus di atas kayu salib saja berkata, Ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” katanya di Ende.

Pater Krispinianus selanjutnya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Polres Ende.

Menjelang perayaan Paskah, dia berharap Polres Ende memperketat pengamanan.

“Kita minta polisi untuk secara adil menanganinya. Kita juga minta aparat keamanan untuk memberikan pengamanan pada rumah ibadah. Biar kita selalu nyaman dan damai," tandasnya.

Baca juga: Tragis, Pengacara Muda di Nagekeo Dibunuh Kakak Sepupu yang Lalu Bunuh Diri

Dia menceritakan, kejadian itu bermula ketika pelaku berinisial ANI (21) menerima hosti yang dilayani seorang suster pada perayaan Ekaristi pagi.

Setelah menerima, dia tidak langsung menyantap hosti dan tetap menggenggam di tangan. Ketika diperhatikan umat, ternyata ANI baru memakan hosti di luar gereja.

Beberapa umat kemudian menghampirinya karena mengetahui ANI beragama Islam. Akhirnya sempat terjadi keributan di luar gereja.

Situasi bisa terkendali setelah anggota dewan pastoral bernama Don Wajo dengan sigap mengamankan ANI dengan sepeda motor menuju Mapolres Ende.

Tidak lama kemudian, orang tua pelaku yang diketahui bernama Ibrahim Hena dan Hasni asal Kelurahan Paupanda datang menemui pastor paroki dan dewan gereja untuk mempertanggungjawabkan perbuatan ANI.

Di hadapan pastor paroki dan kepolisian, Hasni meminta maaf atas perbuatan anaknya. Dia mengatakan, anaknya mengalami gangguan jiwa dan kumat pada bulan-bulan tertentu. Pihaknya juga sedang merawat kesehatan ANI.

“Sebagai orang tua, kami datang minta maaf atas perilaku anak kami. Dia saat ini alami gangguan. Kalau saat normal dia sangat sopan. Tapi kalau pas bulannya, dia selalu onar. Sempat saya juga dicekik pak. Sudah beberapa kali kami urus dia. Sampai Labuan, sampai Sumba," katanya.

Hasni mengaku bahwa keluarga sempat memasung AN selama empat hari.

Baca juga: 10 Orang Hebat Rote yang Mengharumkan Nama NTT di Kancah Nasional dan Dunia

Sementara itu, Wakapolres Ende, Kompol Ketut Suka Abdi mengucapkan terima kasih atas kebijaksanaan pastor paroki dan mosalaki dalam menyelesaikan masalah.

“Atas nama Kapolres, saya menyampaikan apresiasi kepada para pihak sehingga masalah ini dapat direspons secara damai dengan melibatkan semua pemangku. Persoalan hukum akan kami dalami serius terhadap kondisi pelaku,” ungkapnya.*

Sumber: Ekora NTT

Posting Komentar untuk "Pastor Paroki Onekore Ende Maafkan Terduga Pencemaran Hosti"