6 Pekerja Asal Flotim Korban Penipuan Calo Diamankan di Makassar - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Pekerja Asal Flotim Korban Penipuan Calo Diamankan di Makassar

Pekerja asal Flotim diamankan di Makassar.

GRAHA BUDAYA -- Polisi berhasil mengamankan enam pekerja asal Kabupaten Flores Timur di Pelabuhan Makassar pada Minggu (10/4). Mereka dalam perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Makassar.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Flores Timur, Benedikta Da Silva Noben mengatakan keenam pekerja tersebut direkrut oleh calo berinisial VL.

Kepada mereka, VL mengatakan akan memperkerjakan mereka di Jakarta. Gaji yang ditawarkan sebesar Rp4 juta per bulan.

Baca juga: Ditinggal Pergi Istri, Kades di TTS Gagahi Gadis 20 Tahun hingga Hamil

Namun ternyata, VL justru membawa mereka ke Kuala Lumpur melalui Makassar.

"Kami menerima pengaduan dari seorang pekerja Katarina Kewa Kolin karena merasa ditipu oleh VL, agen yang merekrutnya," ujar Benedikta, Minggu malam. 

Setelah menerima laporan itu, BP2MI Flores Timur kemudian mengumpulkan keterangan yang bersangkutan dari pihak keluarga.

Baca juga: Panggilan Terbentuk di Keluarga, 3 Saudara Kandung Jadi Suster 1 Kongregasi

Selain itu, membangun koordinasi dengan Polres Flores Timur dan jaringan BP2MI.

“Berkat koordinasi gerak cepat yang dilakukan pihak Polres Flores Timur dan jejaringan BP2MI itu, berhasil menemukan VL dan rombongan pekerja perempuan yang dibawanya itu," paparnya.

Benedikta menambahkan, keluarga VL sudah menghubunginya, dan meminta maaf. 

Menurut keluarga, VL juga korban, sehingga VL meminta perlindungan. 

Baca juga: Oknum Polisi di Nagekeo Gagahi Perempuan Muda hingga 5 Kali Keguguran

"Tetapi saya belum bisa membenarkan hal itu. Karena yang merekrut itu dia (VL). Saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena ini sudah masuk tindak perdagangan orang berat," ungkapnya.*

Sumber: Kompas

Posting Komentar untuk "6 Pekerja Asal Flotim Korban Penipuan Calo Diamankan di Makassar"