Deddy Manafe Ungkap 3 Kemungkinan Peran Ira dalam Kasus Penkase - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Deddy Manafe Ungkap 3 Kemungkinan Peran Ira dalam Kasus Penkase

Deddy Manafe.

GRAHA BUDAYA -- Pakar hukum pidana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Deddy Manafe mencoba menjelaskan peran Irawaty Astana Dewi alias Ira Ua dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee.

Menurut dia, dengan penetapan Ira Ua sebagai tersangka oeh penyidik Polda NTT dapat diprediksi peran istri terdakwa Randy Suhardy Badjideh tersebut dalam kasus Penkase.

Jika Randy merupakan materieele pleger (pelaku materiil), maka pada perbuatannyalah yang memenuhi semua unsur delik dari Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana dan Pasal 80 ayat (3) dan (4) UUPA terkait kekerasan yang mengakibatkan matinya anak Lael.

Baca juga: Sidang Pertama Randy dan Ira akan Digelar pada 11 Mei 2022

Menurut Deddy, ada tiga skenario mengenai peran Ira Ua dalam kasus Astri dan Lael.

Pertama, Ira bisa jadi merupakan orang yang menyuruh RB untuk membunuh Astri dan Lael.

Dalam konteks ini, Ira merupakan actuur intelektualis atau manus domina yang menggunakan RB sebagai actuur operationeel atau manus ministra untuk mewujudkan niatnya (mens rea) untuk membunuh Astri dan Lael.

"Jadi niat untuk membunuh itu datangnya dari IU, RB cuma mewujudkan niat tersebut," ujar Deddy dalam tulisannya dikutip Jumat (29/4).

Baca juga: Bukan Hanya Ira, Kejati NTT Pastikan Masih Ada Tersangka Lain

Menurut dia, agar peran ini terpenuhi maka dibutuhkan minimal 2 prasyarat:

1) adanya relasi kuasa yang sedemikian rupa antara IU dengan RB, sehingga dengan relasi kuasa tersebut, IU mampu memaksa RB untuk memenuhi keinginannya itu.

2) Randy harus dalam posisi tidak ada alternatif lain, selain mematuhi kehendak IU untuk membunuh Astri dan Lael.

Kedua, Ira bisa juga sebagai orang yang turut serta melakukan (medepleger) pembunuhan bersama RB terhadap Astri dan Lael.

Bahwa perbuatan Ira hanya memenuhi sebagian unsur delik dari pasal yang dikenakan, namun tanpa peran Ira niat untuk membunuh Astri dan Lael tidak akan terlaksana.

Baca juga: Ira Ua Istri Randy Belum Ditahan Penyidik, Ada Apa?

Dalam konteks ini, harus ada kerjasama yang erat (het gesammen werking) antara Ira dan RB dalam merencanakan hingga mewujudkan niat mereka.

Ketiga, Ira bisa saja sebagai orang yang menghasut (uitlokker) agar RB membunuh Astri dan Lael. Hasutan ini terkait dengan keberadaan Astri dan Lael yang merugikan kepentingan IU, sehingga harus dibunuh.

"Ketiga alternatif peran tersangka IU ini, akan ditentukan oleh minimal 2 alat bukti yang cukup. Bahwa, mungkin nanti ada tersangka baru lagi, semuanya tergantung peran dan bukti yang ada," ungkap Deddy Manafe.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto sebelumnya mengatakan penetapan tersangka istri Randy Badjideh tersebut sesuai dengan hasil penyidikan dan dilanjutkan dengan gelar perkara yang memenuhi alat bukti yang cukup.

Namun, penyidik belum menahan Ira. Krisna tidak menjelaskan alasan Ira tidak ditahan.

"Tersangka I telah menjalani pemeriksaan selama beberapa kali dan semua bukti dan petunjuk mengarah pada keterlibatannya sehingga penyidik menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus kematian Astri Lael," jelas Krisna dikutip Pos Kupang, Rabu (27/4).

Dia menjelaskan, Ira Ua terakhir kali diperiksa pada Senin (25/4) oleh tim penyidik Ditrekrimum Polda NTT. Sejak kasus ini mencuat, Ira dan beberapa saksi lain telah diperiksa berulang kali oleh penyidik.

Pemeriksaan terakhir terhadap Ira Ua bersamaan dengan munculnya namanya dalam dakwaan Randy yang dirilis Pengadilan Negeri Kupang pada 25 April.

Berkas dakwaan Randy didaftarkan dengan nomor perkara 80/Pid.B/2022/PN Kpg di PN Kupang pada 25 April 2022.

Pada bagian penjelasan umum, disebutkan bahwa dakwaan Ira Ua diajukan secara terpisah. Keduanya terbukti "melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, yakni korban Astri Evita Seprini Manafe alias Ate."

Disebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus 2021 sekitar pukul 09.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu yang masih termasuk dalam tahun 2021.

Insiden itu bertempat di Areal Parkir depan Rumah Jabatan Bupati Kupang yang sering disebut Hollywood, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang atau setidak-tidaknya di suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 340 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 338 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 80 Ayat (3) Jo. Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.*

Posting Komentar untuk "Deddy Manafe Ungkap 3 Kemungkinan Peran Ira dalam Kasus Penkase"