18 Warga NTT di Papua Meninggal Akibat Tabrakan Mobil di Pegunungan Arfak, 11 Kritis - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

18 Warga NTT di Papua Meninggal Akibat Tabrakan Mobil di Pegunungan Arfak, 11 Kritis

Korban kecelakaan di ruang jenasah /Antara (13/4/2022)

GRAHA BUDAYA -- Sebanyak 18 warga NTT di Papua meninggal akibat tabrakan mobil di pegunungan Arfak, Papua pada Rabu (13/4).

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Otto Parorongan, Direktur RSUD Manokwari dr. Alwan Rumosan mendatangi kamar jenazah RSUD Manokwari dan mengucapkan dukacita yang mendalam kepada para korban yang telah meninggal.

"Kami turut berdukacita atas peristiwa ini, semoga para korban mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan dan keluarga korban diberikan ketabahan," ucapnya.

Baca Juga: Mantan Rektor Trisakti Kelahiran Ruteng Thoby Mutis Tutup Usia

Dominggus menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan  peristiwa tabrakan terbesar yang terjadi didaerahnya.

"Ini merupakan peristiwa kecelakaan mobil paling besar yang memakan korban," ungkap mantan Bupati Manokwari 2 periode tersebut.

Disebutkan bahwa sebuah truk yang hendak ke pusat kota dan ditumpangi warga menabrak gunung di kilometer 10  Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. 

Akibatnya sebanyak 18 orang meninggal dunia dan sisanya dalam keadaan kritis.

Ketua Kerukunan Flobamora Clinton Tallo mengatakan bahwa dalam truk tersebut ada 29 orang 

"Semua penumpang yang meninggal dunia ada 18 orang dan semua berasal dari NTT. Selain itu, sisa penumpang masih dalam keadaan kritis," ujar Tallo, dikutip Antara.

Baca Juga: Pria 56 Tahun Asal Rote Ndao Ditemukan Tewas Tenggelam di Perairan Oelolot

Clinton mengatakan bahwa ada 10 warga NTT yang dalam keadaan kritis dan menjalani perawatan intensif.

Sementara untuk data nama korban, ia mengaku sedang berkoordinasi dengan pihak terkait di wilayah setempat. 

Dia pun memerinci daerah asal 18 warga NTT itu, di antaranya, 16 orang berasal dari Kabupaten Belu dan Malaka, satu orang dari Amarasi Kabupaten Kupang dan satu orang dari Kabupaten Sikka. 

"Semua warga merupakan pekerja tambang pada perusahaan di Manokwari," jelasnya.

Baca Juga: 6 Pekerja Asal Flotim Korban Penipuan Calo Diamankan di Makassar

Lanjut dia, para korban akan diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur NTT, Kamis (14/4). Pemberangkatan menggunakan pesawat carter dari Manokwari ke NTT. 

"Pihak yang mempekerjakan para korban ini bertanggung jawab mereka memfasilitasi korban kembali ke kampung bersama keluarganya," ungkapnya.*




1 komentar untuk "18 Warga NTT di Papua Meninggal Akibat Tabrakan Mobil di Pegunungan Arfak, 11 Kritis"