Kejati NTT akan Bongkar Tersangka Lain Saat Persidangan Randy - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejati NTT akan Bongkar Tersangka Lain Saat Persidangan Randy

Abdul Hakim.

GRAHA BUDAYA -- Dugaan publik tentang adanya tersangka lain dalam kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabbee akhirnya terungkap.

Kejaksaan Tinggi (Kejati NTT) mengatakan para tersangka tersebut akan disampaikan dalam persidangan Randy Badjideh yang bakal digelar beberapa waktu mendatang.

Kepala Seksi Penkum Keajti NTT Abdul Hakim mengatakan kepada Victory News bahwa adanya tersangka lain dalam perkara Astri dan Lael ditemukan setelah jaksa peneliti melakukan kajian terhadap berkas perkara Randy yang dikirim Polda NTT.

Baca juga: Deddy Manafe Sebut Tersangka Kasus Astri dan Lael Bisa Lebih dari 1 Orang

Dalam rilisnya, Kejati NTT mengatakan bahwa Randy dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana (primer); Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan (subsider). Kedua pasal ini untuk pembunuhan Astri Manafe.

Randy juga dijerat Pasal 80 ayat (3) dan (4) UU Perlindungan Anak tentang kekerasan yang menyebabkan matinya anak oleh orangtua (kandung, biologis); juncto 1) Pasal 55  ayat (1) KUHP tentang keturutsertaan dalam melakukan tindak pidana; dan 2) Pasal 56 KUHP tentang pembantuan dalam melakukan tindak pidana.

“Terkait penambahan tersangka baru sudah pasti ada. Kalau ada pasal 55 (KUHP) ada tersangka lain. Karena pasal 55 kan secara bersama-sama bukan sendiri,” kata Abdul.

Baca juga: Istri Aparat Desa di Belu Temukan 7 Video Mesum Suami dengan Istri Kades

Dia mengatakan dakwaan terhadap tersangka lain dalam perkara ini akan dibacakan saat persidangan Randy.

“Mengenai pasal 55 nanti tunggu saja dakwaannya saat dibacakan di pengadilan, di situlah akan terbuka semua siapa yang bersama-sama itu," paparnya.

Sebelumnya, TPFI juga menemukan adanya indikasi yang mengarah kepada keterlibatan pelaku lain dalam perkara Astri dan Lael.

Sementara itu, pakar hukum pidana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Deddy Manafe mengatakan tersangka kasus Astri dan Lael bisa lebih dari satu orang.

"Apabila benar berita pada media online tersebut bahwa Tsk RB dikenakan juga Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 56 KUHP serta adanya pemeriksaan sejumlah orang terkait perkara ini, maka jelas bahwa dalam pandangan JPU Kejati NTT kalau RB bukan tersangka tunggal. Masih ada pelaku lain yang layak dijadikan sebagai tersangka," ujar Deddy Manafe dalam sebuah tulisannya yang dikutip di media sosial, Senin (18/4).

Baca juga: Tepis Isu Meninggal, Manajer Kaboax: Kondisi Naris Sudah Membaik

Dia menjelaskan bahwa pada Pasal 55 ayat (1) KUHP mengidentifikasi pelaku tindak pidana yang jika diterapkan pada pembunuhan Astri dan Lael dalam dijelaskan dalam beberapa skenario berikut:

Pertama, pelaku (materieel dader), yaitu orang yang memenuhi semua unsur delik (bestandeel delict) dari pasal yang dikenakan.

Dalam konteks ini bisa saja RB merupakan materieel dader-nya. Artinya, pada perbuatannya (feitelijke) harus memenuhi unsur delik pembunuhan berencana pada Astri dan kekerasan yang menyebabkan matinya Lael.

Kedua, orang yang menyuruh melakukan (doen pleger), yaitu orang lain yang menyuruh RB untuk membunuh Astri dan Lael. Dalam pembunuhan berencana, orang lain ini merupakan PERENCANA (actuur intelectualis) agar Astri dan Lael dibunuh.

Perencana di sini haruslah merupakan MANUS DOMINA yang memiliki kuasa atau kemampuan memaksa/mewajibkan/membuat tak ada pilihan bagi RB, sehingga RB menjadi sekedar MANUS MINISTRA atau alat yang melaksanakan kehendak dari sang perencana.

Ketiga, orang yang turut serta melakukan (medepleger), yaitu orang yang meskipun pada perbuatannya tidak memenuhi semua unsur delik dari pembunuhan berencana pada Astri dan kekerasan yang menyebabkan matinya Lael, namun memiliki KERJASAMA yang erat (het gesamen werking) dengan RB dalam pembunuhan tersebut.

Keempat, orang yang menghasut untuk melakukan (uitloker), yaitu orang lain yang dengan iming-iming tertentu seperti janji atau bayaran tertentu menghasut RB untuk membunuh Astri dan Lael; atau menghasut orang lain agar bersama-sama RB membunuh Astri dan Lael.

Kemudian, Pasal 56 KUHP jika diterapkan pada pembunuhan Astri dan Lael, maka yang dimaksud di sini yaitu, orang (-orang) lain yang membantu  (medeplichtige) RB membunuh Astri dan Lael. 

Kriteria orang yang membantu yaitu:

Pertama, orang yang sengaja membantu RB pada saat RB membunuh Astri dan Lael. 

Dalam konteks ini, andai kata dalam rekonstruksi, ada orang benaran dan anjing benaran atau minimal boneka yang mirip dengan ukuran tubuh Astri dan Lael di masukan ke dalam kantong plastik, lalu meminta 2 orang saksi yang membantu RB menggali lubang di hutan Penkase untuk menunjuk kantong mana yang bentuk dan ukurannya mirip dengan kantong yang menurut mereka berisi anjing mati. 

Pasti yang ditunjuk adalah kantong yang berisi anjing benaran. Tapi kalau disuruh untuk menunjuk kantong mana yang mirip dengan kantong yang dikuburkan di hutan Penkase. Pasti yang ditunjuk adalah kantong yang berisi manusia benaran atau boneka yang mirip ukuran tubuh Astri dan Lael.

Ini adalah metode identifikasi sederhana. Metode ini biasa digunakan untuk mengenali pelaku dari sejumlah orang yang mirip dan diminta saksi atau korban untuk mengenalinya.

Kedua, orang (-orang) yang memberikan sarana, informasi atau kesempatan kepada RB atau orang lain yang bersama RB untuk membunuh Astri dan Lael.

Misalnya, orang yang mengajak Astri dan harus bersama Lael. Orang yang memberikan sarana 2 mobil dan seterusnya.

"Dengan basis bukti yang ada selama 4 bulan penanganan perkara ini, seharusnya sudah sangat membantu Penyidik Polda NTT untuk menemukan tersangka baru," katanya.

Deddy Manafe mengajak publik NTT berdoa agar dalam proses ini ada orang lain yang karena nuraninya terketuk agar menyerahkan diri dan mengaku bahwa dia juga terlibat dengan peran seperti yang dikaksud dalam Pasal 55 ayat (1) dan Pasal 56 KUHP. 

Kalau tidak, dengan scientific investigation method yang digunakan oleh Penyidik Polda NTT, walau pelakunya sudah di depan mata, jika bukti-bukti secara ilmiah tidak mendukung, maka tidak akan ditetapkan sebagai tersangka.

"Jadi, jelaslah bahwa hanya penyerahan diri secara sukarela dari orang lain itu, yang akan sangat menolong penyidikan oleh Penyidik Polda NTT," ungkapnya.*

3 komentar untuk "Kejati NTT akan Bongkar Tersangka Lain Saat Persidangan Randy"

  1. Mantap.dan sehat selalu pihak kejati NTT dalam menelusuri kasus ini.agar benar benar keadilan di NTT ditegakkan dan tdk pilih kasih...bagi yg merasa diri pelaku "lain" TOLONG SEGERA SERAHKAN DIRI SEBELUM DI PANGGIL KEJALSAAN UTK SIDANG DI PEMGADILAN

    BalasHapus
  2. Untung kejaksaan msi miliki kredibilitas n rasa tanggung jawab dlm memprioritaskan kebenaran, terimakasih unkmu dan tdk ini penyidik sebelumnya

    BalasHapus
  3. Pengampunan Ilahi berlaku ats mu jika dara manusia yg kau ambil adl merampas HAK PENCIPTA, semoga pintu hati para pelaku terketuk dan mengakui semuanya

    BalasHapus