Klarifikasi Mengenai Video Viral Gereja di Klaten Dijual Jadi Masjid - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Klarifikasi Mengenai Video Viral Gereja di Klaten Dijual Jadi Masjid

Gereja Kerasulan Baru di Klaten.

GRAHA BUDAYA -- Ramai beredar di media sosial video sebuah gereja di Klaten, Jawa Tengah yang dijadikan masjid. 

Video tersebut diunggah oleh akun Twitter @Lelaki_5uny1 pada Kamis, 14 April 2022. 

Dalam unggahan video itu, memperlihatkan plang salib pada bagian depan atap sebuah gereja sedang diturunkan.

Baca juga: Lengkap: Nama dan Asal 18 Warga NTT Korban Kecelakaan di Papua

Tampak seseorang pria sedang naik ke atas bangunan gereja dengan tangga.

Dia lalu dibantu oleh pria lain untuk menurunkan salib tersebut. 

“Inilah prosesi pelepasan tanda salib di gedung gereja Kerasulan Baru yang telah berhasil kami beli dan akan menjadi masjid Isa Al-Masih alaihis Salam,” terdengar suara pria dalam video tersebut. 

Baca juga: Prof Buya Syakur Sebut Ada Gambar Yesus dan Maria di Ka'bah

Menurut pria itu, lambang salib tersebut akan diganti dengan tulisan asma Allah.

“Allahu Akbar. Gereja “Kerasulan Baru” di Klaten Jawa Tengah berhasil dibeli oleh Yayasan Pembina Mualaf (YPM) At-Tauhid dan akan dibangun masjid dengan nama Masjid Isa Almasih,” cuit Lelaki_5uny1 pada caption video unggahannya yang dikutip dari Herald Sulsel, Sabtu (16/4).

Namun dalam unggahan video itu belum diketahui pemilik asal gereja ini punya siapa dan kapan waktu penjualannya.

Klarifikasi mengenai video viral tersebut disampaikan oleh seorang sumber yang dikutip Graha Budaya dari akun Tiktok j_christ_is_god, Sabtu (16/4).

Dalam video tersebut, disebutkan bahwa gereja yang dimaksud adalah Gereja Kerasulan Baru Klaten.

Dari rekaman suara yang disampaikan pemimpin gereja tersebut, diketahui bahwa gereja tersebut bukan dijual untuk dijadikan masjid. Ada kesalahan persepsi mengenai berita dan video yang beredar.

Pengelola gereja menceritakan bahwa pada mulanya gereja tersebut sudah tidak lagi aktif melaksanakan pelayanan selama beberapa tahun terakhir yang kemudian dipicu oleh adanya pandemi COVID-19.

Akhirnya, banyak anggota jemaat yang melaksanakan ibadat online dan lainnya bergabung ke gereja induk di daerah itu.

Karena bangunan gereja tidak berfungsi di tengah ketidakpastian pandemi, pemimpin gereja akhirnya membuka opsi untuk menjualnya kepada pihak lain.

Dalam suatu waktu, ada seorang bergama Katolik yang mengatakan akan membeli gereja tersebut. Namanya Matias.

Karena memiliki KTP Katolik, pihak gereja percaya bahwa gereja tersebut barangkali bisa dipakai untuk pelayanan umat Katolik.

Setelah melakukan transaksi karena penawaran sesuai dengan harga yang dipatok pihak gereja maka bangunan gereja itu pun dipindahtangankan.

Seorang notaris berpengalaman menjadi saksi dalam transaksi tersebut.

Namun setelah beberapa waktu, Matias ternyata disuruh oleh seseorang yang bernama Hani Kristanto yang rencananya gereja itu akan dijadikan masjid.

Usut punya usut, Matias juga bukan orang benar. Dia diketahui merupakan seorang tukang jual beli motor. Dia telah melakukan penipuan penjualan di beberapa tempat.

Pengelola gereja yang diketahui bernama Daud mengatakan pihaknya ingin membatalkan penjualan gereja tersebut.

Namun setelah dihubungi, Hani Kristanto malah marah-marah karena sudah terjadi kesepakatan sehingga tidak bisa dibatalkan.

Pihak gereja pun legowo dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada Tuhan. Daud pun meminta maaf karena telah melakukan kekeliruan dalam penjualan gereja tersebut.

Daud menegaskan bahwa tidak benar ada pemberitaan yang mengatakan bahwa satu gereja tersebut mualaf (jadi Islam).

Barangkali ada 1-2 orang yang mualaf, tetapi tidak semua anggota jemaat karena mereka saat ini masih mengikuti ibadat secara online dan bergabung ke gereja di desa tetangga.*

Posting Komentar untuk "Klarifikasi Mengenai Video Viral Gereja di Klaten Dijual Jadi Masjid"