Oknum Polisi di Nagekeo Gagahi Perempuan Muda hingga 5 Kali Keguguran - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Oknum Polisi di Nagekeo Gagahi Perempuan Muda hingga 5 Kali Keguguran

Ilustrasi.

GRAHA BUDAYA -- Seorang oknum polisi di Polres Nagekeo terlibat dalam skandal seks. Dia diketahui melakukan hubungan terlarang dengan seorang perempuan hingga lima kali mengalami keguguran.

Dilansir dari Kupang Terkini, Jumat (8/4), oknum polisi berpangkat Aiptu tersebut telah memiliki istri sah.

Namun dia tetap menjalin hubungan terlarang dengan korban berinisial HI (36) hingga lima kali hamil.

Baca juga: Siswa SD di Maumere Meninggal Akibat Terpapar DBD

Kakak korban bernama Shilvi mengatakan pihaknya telah melaporkan masalah tersebut kepada Polres Nagekeo tapi tidak ditindaklanjuti.

Lantas, beberapa waktu lalu, keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Polda NTT. Keluarga berharap ada pertanggungjawban dan sanksi yang setimpal dengan perbuatan pelaku.

Shilvi mengaku tidak mengetahui hubungan antara adiknya dengan pelaku. Selama keguguran pun pihak keluarga tidak mengetahui hal tersebut.

Keluarga baru mengetahui persoalan adik mereka pada 13 Maret 2022 lalu. Saat itu, korban pun sedang dalam kondisi hamil untuk kelima kalinya.

Karena tekanan masalah yang dialaminya, kandungannya pun kembali mengalami keguguran.

Akhirnya, keluarga memanggil korban dan pelaku untuk menanyakan duduk perkaranya.

“Setelah ditanya, ternyata adik saya juga dalam posisi hamil juga, hamil yang kelima. Malam itu juga kami meminta klarifikasi dari pelaku, dia mengatakan masih bingung dan meminta diberi waktu,” ujar Shilvi.

Kemudian, keesokan harinya keluarga korban dan mengatakan kepada keluarga bahwa dia tidak bisa menikah karena sudah memiliki anak dan istri.

Pada 16 Maret, keluarga korban melaporkan pelaku berinisial RH ke Polres Nagekeo. Sayangnya, pelaku tidak pernah dipanggil untuk diselidiki.

Tidak berhenti di sana, pekan lalu keluarga kembali melaporkan pelaku ke Polres Nagekeo namun tidak ada tindak lanjutnya. Akhirnya keluarga memutuskan untuk melaporkannya ke Polda NTT.

“Hari ini saya bertemu dengan pengamanan internal (Paminal) Polda NTT dan ketika ditelepon ke Nagekeo menanyakan hal tersebut dan dijawab bahwa mereka menjawab belum ditinjau oleh Pak Kapolres. Pertanyaannya ada apa di balik ini, jadi saya dijanjikan Senin (11/4) nanti untuk langsung bertemu dengan Kabid Propam,” ungkap Shilvi.*

4 komentar untuk " Oknum Polisi di Nagekeo Gagahi Perempuan Muda hingga 5 Kali Keguguran"

  1. Harus di berikan hukum yg berlaku
    Mau bersandar kepada siapa kalo aparat sudah melakukan seperti ini sdh bertingkah bejad seperti ini remaja akan semakin merajalela kalo tdk diberikan sanksi sesuai uu
    Kami mohon oknum tersebut harus di hukum sesuai uu terimakasih mohon maaf kalo ada kesalahan kata

    BalasHapus
  2. Andaikan berita ini benar maka, alangkah bejatnya moral polisi tersebut, sebab, yg bersangkutan merupakan aparat penegak hukum, yg bersangkutan telah mencederai martabat institusi kepolisian, seharusnya aparat penegak hukum harus cepat dlm menangani persoalan tersebut.

    BalasHapus
  3. knp klo masyarakat kecil masalahnya cpt skli di proses tp klo aparat prisesesnya berlarut larut,kasihan korban dan kel. harus membuang biaya dan waktu hanya tk membuat laporan ,apa gunanya ada polres nagekeo klo laporan korban tdk ditindak lanjtin harus kepolda?apa krn pelakunya aparat?

    BalasHapus
  4. Klu aparat penegak hukum Bru terlibat dlm kasus moral bejat,sebaiknya di pecat sja supya jdi pelajaran bagi yg lain.

    BalasHapus