Prof Buya Syakur Sebut Ada Gambar Yesus dan Maria di Ka'bah - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prof Buya Syakur Sebut Ada Gambar Yesus dan Maria di Ka'bah

KH Buya Syakur.

GRAHA BUDAYA -- Pakar agama Islam Prof. Dr. KH Abdul Syakur Yasin atau dikenal dengan Buya Syakur belum lama ini mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Buya Syakur adalah pendiri Pondok Pesantren Cadangpinggan Indramayu, Jawa Barat. Buya Syakur lahir di Indramayu, 12 November 1960. Ia seorang ulama yang penyampaian kajian Islam khas NU.

Dalam sebuah video yang diunggah YouTube Ingati Chanel pada 2 November 2021, dia mengatakan bahwa ada gambar Yesus dan Maria dalam Ka'bah di Mekkah.

Baca juga: Ditinggal Pergi Istri, Kades di TTS Gagahi Gadis 20 Tahun hingga Hamil

Pernyataan tersebut mengundang reaksi keras dari umat Islam tanah air. Pasalnya, itu merupakan rahasia yang selama ini jarang diekspos oleh penganut agama Islam.

Buya Syakur pun dikritik dan mendapat kecaman dari kaum Muslim Indonesia.

Dalam video tersebut, dia menyinggung soal sejarah penaklukkan Kota Mekkah di Arab Saudi oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Panggilan Terbentuk di Keluarga, 3 Saudara Kandung Jadi Suster 1 Kongregasi

Dia menceritakan, pada masa lalu ketika Mekkah dikuasai Nabi Muhammad ada 480 berhala di kota suci umat Islam tersebut yang ditumbangkan oleh Nabi Muhammad.

“Kita lihat bahwa Nabi Muhammad SAW itu bisa taklukkan Kota Mekkah. Begitu dikuasai, berhala yang ada 480 berhala itu ditumbangkan semuanya," kisahnya.

Kemudian, setelah ratusan berhala itu ditumbangkan, Nabi Muhammad beserta pasukan Muslim kemudian masuk ke Ka'bah. Dalam Ka'bah itu terdapat gambar Yesus yang merupakan Tuhan orang Kristen.

“Lalu mereka masuk ke dalam Ka'bah, di situ ada gambar Yesus,” ujarnya.

Tidak hanya gambar Yesus, ada pula gambar lain, yaitu Bunda Maria atau Siti Maryam dalam agama Islam yang sedang menggendong Nabi Isa atau Yesus.

“Ada gambar Siti Maryam gendong Nabi Isa. Begitu mereka akan hapus gambar Nabi Isa dan Siti Maryam itu, Nabi (Muhammad SAW) mengatakan gambar ini biarkan saja, jangan dihapus,” katanya.

Dia menegaskan bahwa fakta adanya gambar Yesus dan Maria di Ka'bah merupakan bukti bahwa dua agama besar Kristen dan Islam merupakan dua saudara.

Adanya gambar Yesus dan Maria dalam Ka'bah juga membuktikan bahwa betapa dekatnya hubungan Rasulullah SAW dengan orang-orang Kristen pada masa itu.

“Jadi artinya betapa dekatnya hubungan Nabi dengan orang Nasrani itu,” ucapnya.

Di kesempatan lain, Buya Syakur juga mengisahkan tentang pengalaman penampakan yang dialami Nabi Muhammad.

Dia mengatakan bahwa setelah mendapatkan penampakan Tuhan di Gua Hirah, Muhammad menemui paman dari istrinya Siti Kadjijah yang merupakan seorang Kristen di Etiopia.

Dari keluarga istrinya yang Kristen tersebut, Muhammad banyak mendapatkan ajaran-ajaran mengenai cinta kasih. 

Dari sana pula dia mengadopsi banyak hal untuk diteruskan kepada para pengikutnya.

Selain itu, ketika sahabat-sahabat Nabi Muhammad ditindas dan diintimidasi oleh orang-orang Qurais di Mekkah, mereka diungsikan ke Habasyah (Etiopia) yang dipimpin orang Kristen. Di sana mereka memperoleh perlindungan.

"Apa yang terjadi? Mereka dihormati di situ. Ada apa sesungguhnya ini?", ungkap Buya Syakur dikutip dari Pojok Satu.

Buya Syakur belajar agama di pondok pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon selama kurang lebih 12 tahun.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Babakan, Buya Syakur melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah dan Eropa.

Dia melanjutkan pendidikan ke Irak pada tahun 1971. Kemudian mendalami ilmu Al-Qur’an di Libya pada tahun 1977.

Dua tahun kemudian, dia menyelesaikan sastra Arab pada tahun 1979.

Setelah itu, menyelesaikan Sastra Linguistik di Tunisia pada tahun 1981. Dia juga enyelesaikan Ilmu metodologi di London pada tahun 1985.

Dikutip dari laman umma.id, Buya Syakur pernah diangkat menjadi ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Syiria saat menempuh pendidikan di Irak.

Ia pulang ke Indonesia bersama Gus Dur, Quraish Shihab, Nurcholis Majid dan Alwi Shihab.

Buya Syakur kemudian membaktikan diri berdakwah di kampung halamannya.

Pada tahun 1995 Buya Syakur mendirikan Pondok Pesantren Cadangpinggan di Jl. By Pass Kertasemaya KM 37 RT 01 RW 01 Cadangpinggan, Sukagumiwang, Indramayu.

Buya Syakur pernah menyebutkan bahwa Gus Dur pernah mengatakan jika di Indonesia cuma ada tiga orang yang berpikir analitis dalam memahami Islam, Quraish Shihab, Buya Syakur, dan Cak Nur.*

Sumber: Law Justice, Pojok Satu

Posting Komentar untuk "Prof Buya Syakur Sebut Ada Gambar Yesus dan Maria di Ka'bah"