Sedih, Jenazah Balita dan Ayah Dipulangkan ke NTT, Ibu Dirawat di Manokwari - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sedih, Jenazah Balita dan Ayah Dipulangkan ke NTT, Ibu Dirawat di Manokwari

Korban kecelakaan di Papua.

GRAHA BUDAYA -- Di antara 18 korban kecelakaan truk di Pegunungan Arfak, Papua Barat pada Rabu (13/4), ada seorang balita.

Adalah Istin Nahak yang masih berusia tiga tahun. Istin adalah anak dari Paulus Nahak dan ibunya yang kini sedang dalam perawatan di rumah sakit Manokwari.

Mereka menjadi korban kecelakaan bersama dengan 25 orang lainnya di KM 10 Jalan Trans Manokwari di Distrik Minyambou, Pegunungan Arfak.

Baca juga: Lengkap: Nama dan Asal 18 Warga NTT Korban Kecelakaan di Papua

Sebanyak 18 orang dinyatakan meninggal dunia dan telah dipulangkan ke NTT pada Kamis (14/4) kemarin. Sementara 11 orang lainnya masih kritis dan dirawat di RS.

Jenazah 18 korban telah diterbangkan dari Papua menggunakan pesawat Boeing 737-ER Lion Air dan mendarat di Bandara El Tari Kupang, Kamis siang, 14 April 2022.

Pesawat Lion Air pengangkut jenazah, mengudara dari Bandara Manokwari, Papua, sekitar pukul 10.30 WIT dan mendarat di Bandara El Tari Kupang pukul 11.58 Wita, dijemput oleh Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni.

Baca juga: Tangis Pecah Saat 18 Jenazah Korban Kecelakaan di Papua Tiba di Kupang

Jenazah bapak dan balita ini menjadi perhatian para penjemput karena ditempatkan bersama-sama dalam satu gerobak kargo, beda dengan jenazah lainnya yang ditempatkan di masing masing kargo sebelum dipindahkan ke mobil ambulans.

"Ini jenazah balita dan ayahnya, ibunya masih kritis di rumah sakit di Manokwari," ujar Ketua Ikatan Keluarga Flobamora (IKF)-NTT di Papua Barat, Clinton Tallo.

Clinton turut mengantar pemulangan jenazah dari Manokwari sampai sampai rumah duka di Atambua, Kabupaten Belu. 

Menurut dia, sang ibu yang belum disebutkan namanya, kritis dan akan segera menjalani operasi di rumah sakit.

Dia mengatakan, sumbangan darah dari pendonor anggota TNI sudah ada sejak Rabu (13/4) malam. Clinton berharap operasi berjalan lancar sehingga nyawa sang ibu bisa diselamatkan. 

Setelah tiba di Bandara El Tari Kupang, sebanyak 15 jenazah dibawa dengan mobil ambulans ke Kabupaten Belu dikawal oleh aparat kepolisian.

Sedangkan dua jenazah dibawa ke Kupang, dan satu jenazah langsung diterbangkan ke Maumere, Sikka mengunakan Wings Air.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan para korban merupakan pekerja resmi di perusahaan tambang emas milik suatu perusahaan di Manokwari, ibu kota Papua Barat, bernama Toko Tenga.

"Kita konsentrasi memakamkan mereka dengan adat istiadat dan agama mereka masing-masing secara layak, kemudian kita akan mengurus hak-hak mereka sebagai karyawan dari suatu perusahaan," katanya.

Josef mengatakan Pemprov NTT bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat sudah berkoordinasi agar hak-hak pekerja dipenuhi oleh perusahaan.

"Saya sudah telepon Gubernur Papua Barat dan mereka akan fasilitasi untuk pengaturan hak-hak pekerja. Namun konsentrasi kita saat ini yaitu memakamkan para korban secara baik sesuai dengan adat dan agama mereka," katanya, Jumat (15/4).

Josef mengatakan, Toko Tenga merupakan perusahaan besar di Manokwari. Pihak perusahaan juga mencarter pesawat untuk memulangkan seluruh korban tewas ke NTT pada Kamis, 14 April 2022.

Clinton Tallo menambahkan pihaknya akan membahas hak-hak pekerja setelah kembali dari Kupang ke Manokwari. 

"Kami akan bekerja maksimal dengan pihak perusahaan," ujarnya.

Dia mengungkapkan musibah kecelakaan yang merengut nyawa 18 orang itu akibat rem truk blong. 

"Rem blong kemudian truk menabrak tebing dan terbalik. Makanya banyak yang meninggal," ujarnya. Selain itu, truk diduga mengangkut penumpang dan barang melebihi kapasitas yakni 29 penumpang, sepeda motor, dan barang. 

Sebelum kejadian, para pekerja sedang dalam perjalanan dari Distrik Minyambou menuju Manokwari yang berjarak sekitar 90-an kilometer. Sejumlah penumpang masih dirawat di rumah sakit. Namun hanya beberapa orang yang masih dalam kondisi kritis ditempatkan di ruang ICU.*

Sumber: Medcom

Posting Komentar untuk "Sedih, Jenazah Balita dan Ayah Dipulangkan ke NTT, Ibu Dirawat di Manokwari"