Sedih, Tim Andalan Indonesia Timur Persipura Degradasi dari Liga 1 - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sedih, Tim Andalan Indonesia Timur Persipura Degradasi dari Liga 1

Persipura Jayapura degradasi dari Liga 1.

GRAHA BUDAYA -- Kemenangan telak Persipura atas Persita (3-0) pada pertandingan pamuncak Liga 1, Kamis (31/3) dianggap sia-sia karena tidak mempengaruhinya untuk luput dari degredasi Liga 1.

Faktor penentu yang menyebabkan tim Mutiara Hitam harus turun kasta yakni karena hasil seri antara Barito Putera kontra Persib Bandung(1-1)di hari yang sama.

Persib sempat unggul terlebih dahulu melalui gol B. Putra di menit ke 54, namun pada menit ke-84 Barito Putera berhasil menyamakan lewat B. Oktovianto.

Baca juga: 10 Orang Hebat Rote yang Mengharumkan Nama NTT di Kancah Nasional dan Dunia

Dengan hasil seri tersebut, Persipura berada di peringkat 16 dengan 36 poin, di bawah Barito Putera (36 poin) dan PSM Makasar (38 poin). 

Meskipun sama-sama mengoleksi 36 poin, Barito bertahan di peringkat 15 karena unggul head to head atas Persipura.

Dengan terdegradasinya Persipura dari Liga 1, kini tim andalan Indonesia Timur tersebut harus bermain di kasta kedua Liga Indonesia (Liga 2).

Prestasi buruk yang dicapai Persipura tahun ini merupakan dampak dari krisis finansial yang melanda klub pada tahun lalu setelah sponsor utamanya Bank Papua menahan dana alokasi untuk tim.

Kala itu, Persipura dikabarkan sempat mengalami pembubaran karena tidak bisa lagi membayar gaji pemain, pelatih, ofisial, dan manajemen klub.

Hengkangnya Boaz Salossa dari klub juga ikut menurunkan kualitas tim sehingga kesulitan menghadapi lawan-lawannya di level tertinggi sepakbola nasional.

Sejak berpartisipasi di Liga1, klub kebanggan masyarakat Papua tersebut tercatat empat kali meraih trofi juara Liga Indonesia pada musim 2005, 2009, 2011 dan terakhir 2013.

TPersipura meraih runner-up pada 2010, 2012 dan 2014. 

Persipura melengkapi pencapaiannya dengan meraih trofi juara di turnamen bergengsi di Tanah Air, di antaranya, Community Shield Indonesia 2009, Indonesia Inter Island Cup 2011 dan Torabika Soccer Championship 2016.

Dikutip dari Bola.net, Persipura dibentuk pada saat situasi Papua atau Irian Barat sangat mencekam, tepatnya pada1 Mei 1963. Tahun itu, merupakan tahun operasi militer Pembebasan Papua Barat.

Pendeta Mesackh Koibur,  yang juga berstatus Sekretaris Sinode Gereja Kristen Injil (GKI) di Tanah Papua adalah salah satu inisiator lahirnya Persipura.

Dia kemudian ditunjuk menjadi  Ketua Umum Pertama Persipura.

Pada saat itu Mesackh menghubungi sahabatnya Barnabas Youwe yang sedang mengeyam ilmu di Belanda dan memintanya untuk segera mengembalikannya kepada masyarakat Papua.

"Saya memintanya segera mengirimkan dan membantu saya memotret rakyat Papua," ungkapnya. 

Saat itu ada sekolah SMP dan STM yang memiliki siswa yang punya potensi.

Mereka berlatih di lapangan sederhana dengan jumlah seadanya. 

Namun pada saat itu,  semangat pemuda Papua bangkit kembali. 

Pada tanggal 25 Mei 1965, klub-klub internal mengadakan rapat di Mes GKI. Saat itu terbentuklah persatuan sepak bola Sukarnopura.

"Dalam pertemuan itu, disepakati terbentuknya Persatuan Sepakbola Sukarnopura dan sekitarnya atau disingkat Persipura. Saya Ketua Umum dan Barnabas Youwe Sekretaris merangkap pelatih," katanya.*

Posting Komentar untuk "Sedih, Tim Andalan Indonesia Timur Persipura Degradasi dari Liga 1"