2 Kali Ancam Warga, Oknum Polwan Kota Kupang Terancam Dipolisikan - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Kali Ancam Warga, Oknum Polwan Kota Kupang Terancam Dipolisikan

Oknum Polwan di Kupang.

GRAHA BUDAYA -- Bara kemarahan masyarakat Kota Kupang pada sosok oknum Polwan di Polres Kota Kupang belum juga reda. Ramai percakapan di media sosial menyoal tindakan "main hakim sendiri" yang dilakukan oknum Polwan tersebut.

Setelah insiden melarang rekam agenda rekonstruksi kasus Penkase pada Desember 2021 lalu, oknum Polwan yang diketahui bernama Pudhy Mita tersebut kembali melarang warga mereka razia polisi.

Polres Kota Kupang melakukan razia terhadap balapan liar di Bundaran Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang pada Kamis, 26 Mei lalu.

Baca juga: Viral Oknum Polwan di Kupang Ancam 'Injak Kasih Mati' Warga yang Rekam Razia Polisi

Dalam razia tersebut, Pudhy Mita yang menjabat sebagai Kanit Turjawali Sat Sabhara Polres Kota Kupang mengancam akan "injak kasih mati" warga yang merekam razia yang digelar kepolisian.

Setelah sempat cekcok dengan warga di loaksi kejadian, masyarakat pun melayangkan kritik keras terhadap perlakuan oknum Polwan yang "kasar" dalam tugasnya.

Tidak sedikit masyarakat yang mengancam akan mempolisikan Pudhy Mita ke Propam Polda NTT karena perbuatannya yang menurut warga "kelewatan batas".

Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang mencurigai arogansi oknum Polwan tersebut dengan kasus pembunuhan ibu dan anak, Astri Manafe dan Lael Maccabbee.

"Saya pikir Propam Polda NTT segera  periksa polwan ini karena aksinya sangat mencurigakan. Telusuri bagaimana relasi polwan ini dgn Yance, Beni, Rudy, Pance, Roni, Gery, Hery, Krisna dan mantan Kapolda. Bila memang Polwan ini terlibat dalam merekayasa kasus pembunuhan Astrid dan Lael maka harus segera di copot," tulis seorang netizen, dikutip Minggu (29/5).

Baca juga: Begini Respons Ira Pasca Kenakan Rompi Orange Milik Polda NTT

Dia menilai bahwa oknum Polwan tersebut sudah dua kali mengancam wartawan dan masyarakat yang merekam rekonstruksi dan penangkapan tersangka pembunuhan Astri dan Lael. Dia pun mempertanyakan keterkaitan dengan kasus Penkase.

"Selama yg saya tahu, tdk ada larangan bagi wartawan dan masyarakat utk mengambil gambar dan video seorang tersangka," ungkapnya.

Sementara itu, Christo M.T. Komlino yang merupakan Koordinator Aliansi Pencari Keadilan Astri dan Lael berharap Polwan Pudhy Mita memperbaiki karakternya yang "kasar" tersebut.

Dia berharap sang Polwan tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari. Dia bahkan sedang melakukan konsolidasi untuk melaporkan sang Polwan.

Baca juga: Gangguan Jiwa, Pria di Kupang Bunuh Diri dengan Cara Sayat Kemaluan

"Setelah kekerasan yang dilakukan pada kasus Penkase ibu melakukan kekerasan verbal kepada masyarakat tadi malam. Lagi-lagi tindakan represif yang ibu lakukan. Sangat disayangkan. Kami meminta agar ibu segera melakukan klarifikasi terhadap pernyataan semalam sebelum kami melakukan tindakan lain untuk menuntut ibu. Karakter memang susah dirubah tapi demi kelangsungan hukum, wajib mematuhi semua norma. Ibu digaji oleh pajak rakyat yang ibu tindas lewat lidah tak bertulang," ungkapnya.*

Posting Komentar untuk "2 Kali Ancam Warga, Oknum Polwan Kota Kupang Terancam Dipolisikan"