Bukan Kaleng-Kaleng, Polda NTT Siap Hadapi Praperadilan Ira Ua - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukan Kaleng-Kaleng, Polda NTT Siap Hadapi Praperadilan Ira Ua

KAbid Humas Podla NTT AKBP Ariasandy.

GRAHA BUDAYA -- Polda NTT menyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi gugatan praperadilan yang dilayangkan tersangka Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua.

Praperadilan tersebut didaftarkan sesuai dengan Nomor 16/Pid.Pra/2022/PN.Kpg.

Pengajuan praperadilan tersebut dilayangkan setelah penyidik Polda NTT menetapkan Ira Ua sebagai tersangka.

Ira Ua mengajukan praperadilan melalui kuasa hukum Yance Thobias Mesakh, Rydo Nickylens Manafe, dan Dicky Januar Ndun.

Baca juga: Jika Terus Berbohong hingga di Pengadilan, Randy Bisa Saja Dihukum Mati

Kabid Humas Polda NTT AKBP Ariasandy mengatakan pihaknya menerima gugatan yang diajukan pihak tersangka karena itu merupakan hal setiap tersangka.

"Pihak Polda NTT siap menghadapi gugatan prapid yang dilayangkan oleh tersangka Ira, dan melalui prapid tersebut penyidik dapat mengevaluasi kinerjanya agar semakin profesional dalam menangani kasus kematian Astri-Lael," katanya kepada Pos Kupang, dikutip Minggu (1/5).

Baca juga: Praperadilan, Deddy Manafe Sebut Penetapan Tersangka Ira Sesuai 3 Alat Bukti

PH Ira Ua, Yance Thobias Mesakh sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan ruang hukum yang ada untuk melakukan upaya hukum karena penetapan tersangka Ira menurutnya belum memiliki bukti permulaan yang cukup.

Merujuk pada aturan yang berlaku, kata dia, yakni surat perintah penyelidikan (Sprindik), seharusnya satu nomor untuk satu laporan polisi, sementara yang ada sekarang terdapat lima sprindik berbeda.

"Kasus Penkase ini sebenarnya hanya satu sprindik, yakni sprindik nomor 473. Lalu kelima sprindik ini sebenarnya tidak tahu mana yang dikenakan kepada klien kami," katanya dikutip Jumat (29/4).

Baca juga: Deddy Manafe Ungkap 3 Kemungkinan Peran Ira dalam Kasus Penkase

Selain kejanggalan administrasi tersebut, pihaknya menilai juga bahwa penetapan tersangka tersebut minim bukti sesuai dengan aturan hukumnya yang ada.

Yance menilai proses penyelidikan dan penyidikan belum membuktikan alat bukti yang cukup karena penetapannya hanya merujuk kepada postingan Santi Mansula alias SM yang merupakan teman Ira Ua.

Sejauh ini, Ira Ua telah diperiksa beberapa kali termasuk dilakukan konfrontir dengan saksi Fitri dan Santi Mansula.

"Konfontir tersebut tidak ada satu kata pun yang menunjukan adanya keterlibatan klien kami. Bahkan tanggal 27 Agustus atau sehari sebelum kejadian, tersangka Randy meminta izin ke Semah," jelas Yance.

Baca juga: Bukan Hanya Ira, Kejati NTT Pastikan Masih Ada Tersangka Lain

Yance menegaskan bahwa dilihat dari postingan-postingan yang ada, tidak ada yang mengarah pada ancaman dari kliennya kepada korban Astri Manafe.

Dia pun berharap hakim untuk mengabulkan pra peradilan pemohon untuk seluruhnya.

“Kita mohon hakim dapat mengabulkan permohonan pra peradilan kami untuk seluruhnya," ungkapnya.*

Posting Komentar untuk "Bukan Kaleng-Kaleng, Polda NTT Siap Hadapi Praperadilan Ira Ua"