Dibanding Ngada, Nagekeo Kasus Asusila Tertinggi di PN Bajawa - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dibanding Ngada, Nagekeo Kasus Asusila Tertinggi di PN Bajawa

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do (Ekorantt.com)

GRAHA BUDAYA-- Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do dalam sambutanya pada saat apel kekuatan dan sekaligus acara penandatanganan kegiatan Pencanangan, Orientasi, dan Monitoring Bersama Program Sekolah/Madrasah Sehat Tingkat Kabupaten Nagekeo yang didukung Program Gizi kerja sama UNICEF-YSSP dan TP UKS Provinsi NTT dan Pemda Kabupaten Nagekeo, pada Senin (23/5) mengajak semua pihak untuk  melindungi anak-anak serta meningkatkan mutu dan kualitas dari para pengelola UKS. 

Don menegaskan bahwa saat ini Nagekeo tercatat sebagai kabupaten dengan kasus asusila tertinggi di Pengadilan Negeri Bajawa. Untuk itu, masyarakat harus melindungi anak-anak sebagai kelompok rentan.

"Sekarang di Nagekeo, kasus pelecehan yang masuk ke Pengadilan Negeri Bajawa itu paling tinggi dari Nagekeo. Ini kita punya persoalan. Mari kita lindungi anak -anak kita. Perlu mengunjungi sekolah dan memperkenalkan bahaya, bagaimana anak anak melindungi, mengenal bagian-bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh oleh orang lain," katanya.

Menurutnya, pelaku kekerasan seksual adalah orang-orang berkuasa seperti saya, para guru, dan orang-orang dekat sehingga korban kekerasan seksual jarang terekspos.

Baca Juga: Bocah SD di Kupang Dihamili Pamannya Sendiri

"Jadi jangan pikir seperti itu tidak berbahaya, itu predator alami. Predator ada di sekitar itu, bukan orang asing tapi pelaku kekerasan biasanya orang yang berada dekat dengan kita dan akrab dengan korban sehingga korban kekerasan seksual lebih banyak berdiam diri dan takut, menarik diri dari pergaulan," tandasnya.

Don menyinggung tiga isu utama dalam dunia pendidikan yang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebutnya sebagai dosa besar dalam dunia pendidikan yakni, soal perundungan, bullying, pelecehan seksual terhadap anak dan intoleransi.

Menurutnya, bullying akan menimbulkan traumatik pada anak didik dan akan mempengaruhi perilakunya kemudian hari.

Baca Juga: Oknum Polisi Beristri di Sikka Aniaya Selingkuhannya Tegal Minta Putus

"Ini kalau dibiarkan akan memberikan trauma yang besar pada anak didik dan akan mempengaruhi perilaku anak di kemudian hari. Saya yakin kita yang ada di sini pernah jadi korban bully mungkin juga jadi pelaku bullying, ketika di sekolah dulu. Mau ke sekolah rasanya berat karena sekolah menjadi neraka baginya," tegasnya.

Bupati berharap komunitas pendidikan melalui UKS bisa menggali persoalan yang dihadapi setiap peserta didik. UKS di sekolah tidak hanya mengurus soal siswa yang sakit kepala akan tetapi bisa mengetahui persoalan lainnya.

“Harus menggali masalahnya, mengapa anak ini demikian, dan juga ada hambatan, apakah itu masuk kategori learning loss atau learning gab, sehingga dalam evaluasi uji kompetensi minimal dia selalu tertinggal ke belakang. Nasib yang di alami oleh anak  anak seperti ini harus menjadi perhatian kita semua. Kita semua adalah orang tua dari anak- anak” pinta Don Bosco.

Baca Juga: Diduga Ada Sutradara, Aliansi Minta Warga Kupang Kawal Sidang Ira dan Randy

Sumber: Victory News

Posting Komentar untuk "Dibanding Ngada, Nagekeo Kasus Asusila Tertinggi di PN Bajawa"