Diduga Ada Sutradara, Aliansi Minta Warga Kupang Kawal Sidang Ira dan Randy - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diduga Ada Sutradara, Aliansi Minta Warga Kupang Kawal Sidang Ira dan Randy

Aliansi Peduli Kemanusiaan Jilid VI Prahara Kasus Kematian Ibu dan Anak (Kompas86.com)

GRAHA BUDAYA-- Aliansi Peduli Kemanusiaan Kasus Astri dan Lael meminta kepada seluruh masyarakat Kota Kupang untuk mengawal sidang lanjutan pra peradilan Ira Ua (IU) pada Kamis, 19 Mei 2022. Ira Ua merupakan tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Penkase, Kota Kupang pada bulan Agustus tahun 2021.

Permintaan tersebut dikutip dari postingan @Titan Trader, di Group Facebook FLOBAMORATA TABONGKAR, Rabu (18/5).

Dalam video itu, seorang perempuan yang menyebutkan dari Aliansi Peduli Kemanusiaan Astri dan Lael diapiti keluarga korban berbicara lewat video pendek yang berdurasi sekitar 30 detik.

"Baik, masyarakat Kota Kupang. Hari ini, kami Aliansi Peduli Kemanusian Astri dan Lael korban kasus pembunuhan di Penkase Kota Kupang masih terus mengawal kasus ini. Dan hari ini seperti yang kita ketahui merupakan sidang lanjutan dari pra peradilan Ira Ua. Dan besok merupakan waktu ditetapkan (penetapan) oleh hakim terhadap pra peradilan yang selama ini berlangsung. Untuk itu, kami meminta kepada semua masyarakat kota kupang untuk mengawal kasus ini," ungkapnya.

Baca Juga: PH Korban Sebut Bantahan RB Rancu dan Bertentangan dengan Fakta

Sebelumnya, Koordinator Aliansi Peduli Kemanusiaan NTT, Cristo Kolimon dalam jumpa pers yang digelar di Sekretariat GMKI Cabang Kupang, mengungkapkan bahwa pihaknya menduga ada konspirasi yang sistematis dan terencana dalam kasus ini.

"Aliansi membaca dengan jelas anatomi konspirasi atas peristiwa pembunuhan kejam ini secara terstruktur dan sistematis, ada yang  berperan untuk penggiringan opini, pembunuhan karakter di media sosial, hingga menyusun skenario yang bertujuan memanipulasi peristiwa sebenarnya," ujarnya.

Lanjutnya, dugaan konspirasi dalam dengan tersangka lebih dari satu orang itu didasari juga rangkaian keterangan sejak awal tersangka Randy Badjideh ditetapkan.

Christo menegaskan, dengan adanya tersangka baru menegaskan kembali pernyataan Kabid Humas Polda NTT yang menyatakan hanya pelaku tunggal, terkesan menutupi fakta kejadian.

Baca Juga: Polda NTT: Keterangan 58 Saksi Jadi Dasar Penetapan Tersangka Ira Ua

Selain itu, dia juga melihat adanya dugaan dalam memanipulasi hasil autopsi kedua korban. Menurutnya, hasil autopsi kedua korban telah menerangkan secara jelas bahwa kedua korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul, yang menimpa kepala salah satu korban anak hingga ada retakan, luka  dan memar pada organ gerak atas dan bawah atau tangan dan kaki korban ibu dan tanda memar pembekapan di bagian mulut dan hidung, sehingga menyebabkan kematian.

Adapun motif, waktu dan lokasi peristiwa juga menjadi rujukan Aliansi Peduli Kemanusiaan menegaskan tersangka bisa lebih dari dua orang.

Masuknya pasal penyanding KUHP pasal 55 menunjukan motif, waktu dan lokasi pembunuhan sebagaimana yang terjadi dalam rekonstruksi merupakan hasil alibi konspiratif yang perlu di dalami terutama peranan aparat penyidik yang menanganinya saat itu.

Baca Juga: Polda NTT Yakin Menang Hadapi Praperadilan Ira Ua

"Aliansi menduga kuat, ada aktor intelektual yang secara bersama-sama aparat  telah membuat skenario rekonstruksi kasus ini, dengan memanipulasi motif, lokus, penyebab dan pelaku-pelaku lain yang terlibat pembunuhan terhadap Astrid dan Lael, dengan tujuan melindungi pelaku konspiratif maupun eksekutor lapangan," ujar Christo.*

Disadur dari beberapa sumber.



Posting Komentar untuk "Diduga Ada Sutradara, Aliansi Minta Warga Kupang Kawal Sidang Ira dan Randy"