Hamili Siswanya Sendiri, Oknum Guru di Lembata Tak Mau Tanggung Jawab - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hamili Siswanya Sendiri, Oknum Guru di Lembata Tak Mau Tanggung Jawab

Ilustrasi pelecehan seksual.


GRAHA BUDAYA -- Nasib naas dialami oleh seorang siswi yang berinisial YVP (18) di Kabupaten Lembata, NTT. Dia diketahui telah dihamili oleh gurunya sendiri yang bernama Tomas Petrus Kelen (38).

Tomas berasal dari Desa Leworang, Larantuka, Flores Timur.

Peristiwa tersebut terjadi di SMA Negeri 1 Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir dari EL-VOICE.COM berdasarkan keterangan dari keluarganya korban (YVP), Selasa, (9/5), kejadian itu baru diketahui Sabtu (30/4) saat Ibu asrama putri melakukan pemeriksaan kepada YVP (18)  yang menghilang dari asrama putri sejak Kamis (28/4) sekitar jam 12 malam.

Pemeriksaan tersebut lantaran YVP diduga sedang bersama gurunya tersebut. Oleh karena itu, ibu asrama putri mengambil langkah melakukan tes kehamilan dengan bidan dari Puskesmas Loang, dan hasil tersebut YVP dinyatakan positif hamil.

Berdasarkan hasil itu Ibu asrama meminta Tomas dan YVP untuk menghadap orang tuanya YVP di kampungnya Desa Atawuwur (Atawai), Kecamatan Nagawutung.

Ketika saat tiba di kampungnya, orang tua siswi langsung bertanya tentang asal usul dari guru  yang telah menghamili putrinya.

“Apakah bersedia bertanggung jawab atas perbuatanmu itu atau tidak?” tanya orantua korban.

Tetapi Tomas mengatakan tidak mau bertanggung jawab karena sudah punya tunangan dan sudah memiliki istri anak satu di Kampungnya Larantuka, Flores Timur.

Untuk lebih memastikan kehamilan dari YVP, pihak Puskesmas dan bidan setempat melakukan USG di dokter kandungan, dan hasilnya YVP positif hamil dengan usia kandungan 1 bulan 2 minggu.

Kemudian pada Minggu (1/5) Tomas menghantar YVP ke Desa Atawuwur, dan kemudian dia langsung ditahan oleh orang tuanya YVP untuk meminta pertanggungjawabannya.

Namun dia menolak tidak mau bertanggung jawab. Kemudian, Senin (9/5) pukul 21.00 Tomas dijemput oleh pihak kepolisian dari Nagawutung terkait postingan mengatakan bahwa dia disandera di Atawuwur.

Keesokan harinya Selasa (10/5), keluarga dari YVP mendatangi kantor Polsek Loang untuk meminta pertanggungjawaban dengan dua tuntutan yakni kalau tidak jamin maka dia dikenakan tuntutan adat, berupa belis lepas, dan jika tidak diindahkan maka diproses secara hukum.

“Kami keluarga juga meminta guru tersebut diberhentikan tidak dengan hormat oleh pihak sekolah,” ungkapnya.*



Posting Komentar untuk "Hamili Siswanya Sendiri, Oknum Guru di Lembata Tak Mau Tanggung Jawab"