Ini Pernyataan Ira Ua yang Membuatnya Jadi Tersangka - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Pernyataan Ira Ua yang Membuatnya Jadi Tersangka

Ira Ua diwawancarai di Kupang.

GRAHA BUDAYA -- Penyidik Polda NTT dalam sidang praperadilan hari ini menyebutkan salah satu ucapan Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua yang menyebabkan dirinya menjadi tersangka. 

Ucapan tersebut adalah Ira Ua mengatakan hidupnya tidak tenang selama Astri dan Lael masih hidup.

"Salah satu ungkapan Ira Ua yang mengatakan hidupnya saya tidak tenang selama Astri dan Lael masih ada merupakan pemicu Randy melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Astri dan Lael dengan tujuan utama untuk mempertahankan rumah tangga Randy dengan Ira," ungkap penyidik ketika membacakan pembelaan dalam sidang praperadilan, Jumat (13/5).

Baca Juga: Jika Terus Berbohong hingga di Pengadilan, Randy Bisa Saja Dihukum Mati

Pihak penyidik melihat bahwa perkataan tersebut sebagai pemicu Randy Badjideh, suaminya melakukan pembunuhan terhadap Astri dan Lael. Astri dianggap sebagai penghalang hubungan rumah tangga keduanya.

Selain pernyataan tersebut, pihak penyidik Polda NTT  menemukan ada bukti lain terkait penetapan Ira Ua sebagai tersangka pembunuhan Astri dan Lael.

Namun penyidik tidak memberitahukan alat bukti tersebut kepada tersangka demi kelancaran penyidikan. Pasalnya, jika tersangka mengetahui alat bukti, maka berpotensi dihilangkan, dirusak, dan tindakan lain yang dapat menghambat penyidikan.

Dalam pembacaan eksepsi, penyidik Polda NTT menjelaskan sesuai Pasal 25 ayat 1 dan 2 Perkap Nomor 16 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit dua alat bukti yang didukung barang bukti.

Baca juga: Eks Kades di Sikka Habisi Nyawa Iparnya Sendiri

Selain itu, penetapan tersangka sesuai ayat 1 dilakukan melalui mekanisme gelar perkara kecuali tertangkap tangan. Kemudian, dalam pasal 25 perkap nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana. Penyidik Ditreskrimum Polda NTT mendapatkan dua alat bukti yang didukung barang bukti.

"Dapat Termohon (Polda NTT) jelaskan terhadap dalil pemohon tidak berdasar dan mengada-ngada. karena penyidik berkewenangan mencari dan mengumpulkan barang bukti dan alat bukti berdasarkan pasal 1 angka 2 KUHP," ungkap salah satu penyidik.

Ira Ua ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan setelah diperiksa beberapa kali termasuk dilakukan konfrontir dengan saksi Fitri Ibrahim dan Santi Mansula.

Baca Juga: Kardinal Zen Ditangkap Polisi Hong Kong

Dalam dakwaan Randy, disebutkan bahwa dakwaan Ira Ua diajukan secara terpisah. Randy dan Ira terbukti "melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, yakni korban Astri Evita Seprini Manafe."

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 340 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 338 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 80 Ayat (3) Jo. Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.*

Posting Komentar untuk "Ini Pernyataan Ira Ua yang Membuatnya Jadi Tersangka"