Ira Ditahan, Pengamat Hukum Unwira Kupang Apresiasi Langkah Polda NTT - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ira Ditahan, Pengamat Hukum Unwira Kupang Apresiasi Langkah Polda NTT

Vinsen Samara, S.H., M.H.

GRAHA BUDAYA -- Penyidik Polda NTT telah menetapkan dan menahan tersangka Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua dalam kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabbee.

Ira Ua resmi ditahan penyidik Polda NTT, Rabu (25/5) malam. Istri terdakwa Randy Suhardy Badjideh tersebut ditahan berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP-Kap/13/V/2022/ Ditreskrimum Polda NTT yang diterbitkan pada Kamis, 25 Mei 2022

Kabid Humas Polda NTT AKBP Arya Sandi mengatakan bahwa penahanan terhadap Ira Ua resmi dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan marathon sejak 24 Mei lalu pasca praperadilan Ira Ua ditolak Pengadilan Negeri Kupang, 19 Mei 2022. 

Baca Juga: Ira Ditahan, PH Korban: Perbuatan IU Kejahatan Berat

Menanggapi hal itu, Vinsen Samara, yang juga merupakan Dosen Fakultas Hukum Unwira Kupang pada, Kamis 26 Mei 2022, mengapresiasi pihak penyidik Polda NTT yang telah bekerja keras sehingga menetapkan ada tersangka lagi.

"Saya mengapresiasi penyidik Polda NTT yang telah bekerja keras sehingga telah menetapkan satu  tersangka lagi yakni, IU. Kalau kita lihat dan cermati konstruksi kasus tersebut dan gunakan logika hukum maka sudah mulai terjawab bahwa kasus itu tidak hanya melibatkan pelaku tunggal saja tetapi ada pelaku lain," ungkap Vinsen.

Baca Juga: Bantah Ayah Korban, Randy Sebut Biayai Kelahiran Lael

Vinsen menilai bahwa penahanan IU akan memudahkan penyidik dalam menangani kasus Penkase. Meskipun, dari perspektif tersangka, IU merasa dirugikan oleh penyidik.

"Kalau dari pihak IU sendiri akan merasakan dirugikan dengan adanya penahanan, tetapi dari sisi  penyidik akan memudahkan penyidik dalam memproses kasus tersebut, selain itu juga secara tidak langsung akan memuaskan pihak keluarga korban," tandasnya.

Dia menerangakn bahwa IU masih memiliki hak untuk permohonan penangguhan penahanan, sebagaimana dijamin oleh Pasal 31 ayat 1 KUHP.

Adapun, penyidik menetapkan status tersangka kepada IU karena berdasarkan tiga alat bukti yakni,  keterangan saksi, keterangan ahli dan keterangan surat.

Baca Juga: Dipolisikan karena Dugaan Kekerasan, BKH akan Lapor Balik Manajemen Resto Mai Cenggo

Sedangkan alasan penahanan terhadap IU ada dua, yakni alasan subjektif yaitu tersangka berpotensi melarikan diri, menghilangkan barang bukti. Sementara untuk alasan obyektif karena ancaman hukuman terhadap tersangka di atas 5 tahun.

Dalam pemeriksaan, penyidik menduga Ira Ua telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHPidana Subs pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 2 KUHPidana Jo Pasal 80 Ayat (3) dan((4) Jo Pasal 76 C UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 221 ayat (1) KUHPidana.

Pasal 340 KUHP menyatakan bahwa “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun”.

Baca Juga: Ada Bercak Darah di Jok Mobil Rush, Pemilik Rental Sebut RB Sempat Pinjam Avanza

Sementara, Pasal 338 KUHP mengatur tentang pembunuhan biasa yang tidak direncanakan dan tidak disertai pidana lain ancamannya maksimal 15 tahun penjara.

Selanjutnya, UU Perlindungan Anak mengatur tentang ancaman hukuman bagi siapapun yang melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap anak. Tak tanggung-tanggung, ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.*

Posting Komentar untuk "Ira Ditahan, Pengamat Hukum Unwira Kupang Apresiasi Langkah Polda NTT"