Keluarga Korban Minta Polisi Tangkap dan Tahan Ira Ua - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keluarga Korban Minta Polisi Tangkap dan Tahan Ira Ua

Jakc Manafe dan Ira Ua.

GRAHA BUDAYA -- Keluarga korban pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee mendesak Polda NTT segera menahan Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua (IU).

Ira Ua dinyatakan kalah dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang Kelas 1A pada Kamis (19/5). 

Dengan demikian, Ira Ua sah ditetapkan sebagai tersangka kasus Penkase.

Baca Juga: Ini Pernyataan Ira Ua yang Membuatnya Jadi Tersangka

Kakak korban, Jack Manafe mengatakan setelah dinyatakan kalah sudah seharusnya tersangka ditangkap untuk ditahan.

Keluarga menilai bahwa tidak ada yang istimewa dari tersangka Ira Ua sehingga harus dibiarkan bebas berkeliaran.

"Tangkap Ira Ua, tangkap Ira Ua," teriak Jack Manafe usai sidang praperadilan kemarin.

Dalam sidang putusan praperadilan, Majelis Hakim Tunggal Derman Parlungguan Nababan, menyatakan bahwa dengan mempertimbangkan seluruh keterangan saksi, bukti-bukti keterangan saksi ahli maka dalil pemohon ditolak untuk seluruhnya.

Hakim dalam pertimbangannya mengatakan, keberadaan bukti-bukti tersebut sudah memenuhi bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum pidana (KUHAP)

"Maka penetapan tersangka tersebut sudah sah," kata Derman di Kupang.

Baca Juga: Polda NTT: Keterangan 58 Saksi Jadi Dasar Penetapan Tersangka Ira Ua

Derman menambahkan bahwa pengadilan membebani biaya perkara kepada pemohon atas pra peradilan dugaan pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee tersebut.

Majelis hakim menimbang bahwa permohonan pemohon yang sudah dibacakan pada persidangan kali lalu dan telah didengarkan juga berbagai keterangan dan alat-alat bukti yang dihadirkan.

Dia menegaskan pendapat ahli bahasa harus dikesampingkan karena menurutnya sudah masuk dalam materi hukum. 

"Untuk itu majelis hakim memutuskan untuk menolak seluruh permohonan pemohon dan membebeni biaya perkara kepada pemohon sejumlah nihil," tegasnya.

Untuk diketahui penetapan Ira Ua sebagai tersangka oleh Polda NTT sudah sejak 26 April lalu. Namun tersangka melakukan perlawanan dengan melakukan praperadilan.

Baca Juga: Hamili Siswanya Sendiri, Oknum Guru di Lembata Tak Mau Tanggung Jawab

Gugatan IU diajukan pada Kamis, 28 April 2022 dan teregistrasi terdaftar dengan nomor perkara 16/Pid.Pra/2022/PN Kpg.

Polda NTT menetapkan IU bukan tanpa dasar. Penyidik Polda NTT mengatakan bahwa keterangan ke-58 saksi dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik sejak Januari hingga April 2022 memperkuat dugaan keterlibatan Ira Ua dalam kasus Penkase.

Rangkaian tindakan penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP-Sidik/36/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 6 November 2021 dan Surat Perintah Penyidik Nomor SP-Sidik/473/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 30 November 2021. Ada juga Surat Perintah Penyidikan tanggal 4 Januari 2022 dan 28 Maret 2022 serta 4 Maret 2022.

Dalam sidang pembelaannya, penyidik Polda NTT mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan konfrontir di antara para saksi kunci yang berjumlah lima orang.

Baca Juga: Oknum Polisi Beristri di Sikka Aniaya Selingkuhannya Tegal Minta Putus

Mereka adalah Anita Fitriani M. Ibrahim, Sulaiha Umar, Susanti Mansula, Ati Saputri, dan Ira Ua sebagai calon tersangka. Para saksi tersebut merupakan orang-orang dekat dari tersangka Ira Ua.

Selain pemeriksaan konfrontir diantara para saksi, pihak penyidik Polda NTT menemukan ada bukti lain terkait penetapan Ira Ua sebagai tersangka, termasuk ucapan Ira yang menyebut bahwa dia tidak bisa hidup tenang seandainya Astri dan Lael masih hidup ke suaminya, Randy Badjideh.

Namun penyidik tidak memberitahukan alat bukti tersebut kepada tersangka demi kelancaran penyidikan. Pasalnya, jika tersangka mengetahui alat bukti, maka berpotensi dihilangkan, dirusak, dan tindakan lain yang dapat menghambat penyidikan kasus Astri dan Lael.

Dalam pembacaan eksepsi, penyidik Polda NTT menjelaskan sesuai Pasal 25 ayat 1 dan 2 Perkap Nomor 16 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit dua alat bukti yang didukung barang bukti.*

Posting Komentar untuk "Keluarga Korban Minta Polisi Tangkap dan Tahan Ira Ua"