Kematian Bendahara Bupati Lembata Dinilai Tak Wajar - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kematian Bendahara Bupati Lembata Dinilai Tak Wajar

Evakuasi Jenazah Bendahara Bupati Lembata.

GRAHA BUDAYA -- Advokat asal Lembata, Petrus Bala Pattyona meminta kepada Polres Lembata agar segera mengungkap bukti permulaan kasus kematian Bendahara Bupati Lembata, Albertus Ali Buran (45) yang ditemukan tewas tergantung di pohon asam pada Selasa (10/5).

“Pihak penyidik Polres perlu segera mengungkap bukti permulaan atau petunjuk sekecil apa pun tentang adanya indikasi tindak pidana untuk memastikan apakah Albertus Buran benar-benar bunuh diri atau dibunuh baru digantung," ungkapnya, Selasa (24/5) dikutip Berita Satu.

Pattyona mengkhawatirkan kasus kematian tersebut tidak menemukan titik terang apabila bukti permulaan tidak diungkap, dan akan menambah panjang daftar kasus kematian yang tetap jadi misteri.

Baca Juga: Aniaya Selingkuhan, Oknum Polisi di Maumere Pernah Ancam Pemilik Kafe dengan Sajam

“Ciri khas seseorang mati gantung diri dalam dunia forensik sebenarnya bukan hal sulit. Kesulitan muncul manakala tidak ada niat mengungkapkan atau menyembunyikan sebab-sebab kematian dengan alasan tertentu. Alasan tertentu itu akan tetap menjadi pertanyaan dan ini akan menjadi kebiasaan bagi aparat di Lembata yang tidak pernah tuntas mengungkap kasus-kasus kematian. Apabila kasus Albertus tak diungkap, maka akan menambah panjang daftar kasus kematian yang tetap jadi misteri,” tukasnya.

Kematian Bendahara Lembata tersebut turut ditanggapi juga oleh Justin L Wejak, salah satu tokoh Lembata yang menjadi akdemisi di Universitas Melbourne, Victoria, Australia.

Dia mengharapkan para penyidik Polres Lembata untuk kerja ekstra keras dan cerdas dalam melakukan investigasi kasus kematian tersebut.

Baca Juga: Remaja SMP di Kupang Dihamili Pacarnya, Kini Hamil 7 Bulan

"Saya dan semua pihak mengharapkan kerja ekstra keras dan cerdas penyidik Polres Lembata dalam melakukan investigasi kasus kematian ini. Polisi tentu tahu seperti apa tanda-tanda seseorang tewas karena gantung diri. Banyak mata sedang mengarahkan pandangan ke Lembata saat ini terkait kasus kematian tak wajar saudara Albertus Buran. Ia mati bunuh diri atau terbunuh saat aktif dalam tugas sebagai Bendahara Bupati,” tandas Justin.

Menurut Justin, pihak yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa kematian adalah polisi. Lembaga pengayom masyarakat ini diminta serius mengungkap kasus tersebut.

“Saya amati di Australia, pihak paling pertama yang selalu mencurigai insiden berdarah seperti kematian saudara Albert justru adalah polisi. Polisi pencinta kebenaran tidak akan pulas tidurnya sebelum sebuah misteri terungkap. Ia pun tak pernah gegabah membuat kesimpulan apa pun. Kepingan cerita dan informasi sekecil apa pun dan dari pihak mana pun pasti segera di-cross-check dan ditelusuri,” kata Justin.

Baca Juga: KM Sirimau Karam di Lembata, 2 Jenazah PMI Asal Ende Tertahan 3 Hari

Adapun pasca penemuan mayat korban yang diduga bunuh diri, keluarga menyelidiki asal tali yang digunakan korban. Beredar informasi, bahwa korban membeli sendiri tali tersebut di toko Budi Mulia.

Namun pemilik toko mengaku tidak menjual tali tersebut dan pemilik toko mempersilahkan keluarga mengecek CCTV.

"Kami sudah telusuri informasi tali tersebut dibeli korban di Toko Budi Mulia, tetapi pemilik toko sendiri mengaku tidak menjual tali jenis itu. Pihak pemilik toko sendiri, meminta keluarga untuk mengecek rekaman CCTV, pada hari Minggu, 8 Mei 2022 dan Senin, 9 Mei 2022. Namun, pada hari-hari sebelum kematian itu, almarhum tidak pernah masuk ke Toko Budi Mulia untuk membeli tali," ujar Tonce Buran yang berstatus sebagai adik korban.

Kematian sang bendahara memunculkan beragam spekulasi salah satunya bahwa dia dibunuh, bukan bunuh diri. Keluarga menaruh harapan, pihak kepolisiandi Lembata mampu menjawab spekulasi dan isu yang terus merebak belakangan, sekaligus memberi kepastian hukum atas kasus tersebut.

Baca Juga: Jaksa Agung Larang Terdakwa Kenakan Atribut Agama di Persidangan

Salah satu tokoh Lembata, Ansel Deri menegaskan bahwa masyarakat Lembata adalah masyarakat beradat dan beragama, mereka percaya bahwa akan ada pembalasan. Dia memohon semua phak untuk membantu keluarga mengungkap kasus tersebut.

“Masyarakat Lembata adalah masyarakat beradat dan beragama. Mereka percaya bahwa darah korban tak bersalah tetap menggenangi tanah Lembata hingga 'pembalasan'. Semua pihak perlu membantu keluarga korban dan aparat mengungkap kasus kematian bendahara bupati itu,” kata Ansel.*

Posting Komentar untuk "Kematian Bendahara Bupati Lembata Dinilai Tak Wajar"