KM Sirimau Karam di Lembata, 2 Jenazah PMI Asal Ende Tertahan 3 Hari - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KM Sirimau Karam di Lembata, 2 Jenazah PMI Asal Ende Tertahan 3 Hari

Proses evakuasi KM Sirimau.

GRAHA BUDAYA -- Sebuah kejadian yang menyedihkan terjadi di balik karamnya Kapal Motor (KM) Pelni Sirimau milik PT Pelni di perairan Ile Ape, Pulau Meko, Flores Timur, NTT.

Di dalam kapal yang membawa 784 penumpang dan 55 awak buah kapal (ABK) tersebut terdapat dua jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal KecamatanNangapanda, Kabupaten Ende.

Selama tiga hari, dua jenazah dalam kapal tersebut tertahan bersama dengan penumpang lainnya.

Baca Juga: Seorang Ibu Meninggal Dunia Akibat Rumah Adat di Wolojita Ende

KM Sirimau kandas saat hendak berlayar dari Pelabuhan Laut Lowelaba menuju Pelabuhan Laut Say Maumere, Sikka pada Selasa (17/5).

Dilansir dari Katongntt.com, kedua jenazah tersebut bernama Marselinus Seto dan Benedic M Boro. Keduanya merupakan PMI Nonprosedural yang meninggal di Malaysia. 

Benedic meninggal pada 7 Mei 2022, sementara Marselinus meninggal keesokan harinya.

Baca Juga: Jaksa Agung Larang Terdakwa Kenakan Atribut Agama di Persidangan

Kedua jenazah diberangkatkan dari Kuala Lumpur pada 13 Mei dan diterima oleh UPT BP2MI Kupang pada 14 Mei 2022. 

Pada hari yang sama, jenazah kedua tersebut diberangkatkan dari Kupang ke kampung halamannya dengan menggunakan KM Sirimau.

Sesuai rencana akan diterima oleh pihak P4TKI Maumere pada 17 Mei kemudian diberangkatkan ke kampung halaman mereka di Desa Ndorurea, Kecamatan Nangapanda.

Baca Juga: Praperadilan Ditolak, Ira Ua Sah Jadi Tersangka Kasus Penkase

Akibat kapal karam, kedua jenazah dievakuasi menggunakan motor perahu. 

Plh. Subkoordinator Perlindungan dan Pemberdayaan pada UPT BP2MI Kupang Suratmi Hamidah menjelaskan, jenazah kedua kemudian diberangkatkan ke Boleng menggunakan motor perahu. 

Dari Boleng, jenazah diantar ke pelabuhan Tabilato menggunakan dua unit pick up, setelah itu baru kedua jenazah diseberangkan ke Larantuka menggunakan kapal motor. 

“Kami kebetulan berada di Larantuka jadi langsung ambil alih proses penanganan dari Kapal Sirimau dan di pulangkan ke daerah asal diantar langsung oleh petugas P4TKI Maumere dengan 2 ambulans,” terang Suratmi.

Bca Juga: Oknum Polisi Beristri di Sikka Aniaya Selingkuhannya Tegal Minta Putus

Pada Kamis (19/7), KM Sirimau baru berhasil ditarik oleh Kapal Gandha Nusantara 14. Setelah ditarik, langsung berlayar menuju Pelabuhan Lewoleba guna pengisian logistik dan pengecekan kondisi kapal.

Nahkoda KM Sirirmau, James Haba saat bersandar di Pelabuhan Lewoleba, Kamis (19/5) menyebutkan bahwa kandasnya KM Sirimau merupakan masalah human eror. Sebagai Nahkoda, dirinya bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh kru maupun penumpang.

"Saya memilih faktor manusia. Meski jaga saat itu pada pukul 14.00 Wita bukan saya. Meski jaga saat itu Mualim tiga tapi saya tetap bertanggung jawab. Sekecil apapun di kapal ini, anak buah yang melakukan nahkoda tanggung jawab," katanya.

Baca Juga: Hamili Siswanya Sendiri, Oknum Guru di Lembata Tak Mau Tanggung Jawab

Dia bersyukur kepada Tuhan Yesus karena semua penumpang selamat.

"Anda bisa melihat, tidak ada korban. Saya utamakan keselamatan manusia dulu, baru kemudian keselamatan kapal. Puji Tuhan Yesus. Kalau saya sudah menyebut nama Tuhan Yesus, tidak ada penumpang yang sakit atau menjadi korban. Semua dalam keadaan sehat. Puji Tuhan, saya tidak berani berbohong. Atas nama Tuhan Yesus, tidak ada yang sakit. Semua sehat," ungkapnya.

Dia mengatakan akan melewati jalur yang sama, jika tidak kasihan masyarakat di beberapa wilayah tersebut, tetapi lebih hati-hati.

"Saya tetap berani lewat jalur itu. Dulu dua tahun setengah saya nahkoda KM Bukit Siguntang juga lewat sini. Tetap berani saya lewat. Kalau tidak berani kasihan masyarakat Lewoleba, Larantuka, Kupang, Maumere. Tetapi tentu lebih hati-hati lagi," ucap James.*

Posting Komentar untuk " KM Sirimau Karam di Lembata, 2 Jenazah PMI Asal Ende Tertahan 3 Hari"