Menang Praperadilan, Polda NTT Akan Periksa Ira Sebagai Tersangka - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menang Praperadilan, Polda NTT Akan Periksa Ira Sebagai Tersangka

Ira Ua (Media Kupang)

GRAHA BUDAYA-- Setelah Polda NTT menang Praperadilan, Penyidik Polda NTT akan segera memeriksa tersangka kasus pembunuhan Ira Ua.

Dilansir dari Poskupang.com, Kabid Humas Polda NTT, AKBP Ariasandy,S.IK menjelaskan bahwa informasi dari penyidik akan melakukan pemanggilan guna melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Ira.

"Setelah mendapatkan putusan pengadilan terhadap gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh tersangka Ira pada Kamis 19 Mei 2022 kemarin yang memenangkan Penyidik Polda NTT, artinya penyidik telah membuktikan bahwa proses penyidikan dan penanganan perkara termasuk penetapan tersangka terhadap Ira telah sesuai dengan prosedur penyidikan kepolisian," ungkapnya.


Mengenai jadwal pemeriksaan terhadap tersangka Ira Ua, pihaknya masih menunggu informasi dari penyidik yang menangani perkara tersebut.

"Kami akan informasikan jadwal pemeriksaan tersangka Ira setelah mendapatkan konfirmasi dari penyidik yang menangani perkara tersebut," jelasnya lagi.

Awalnya Keluarga korban  mendesak Polda NTT segera menahan Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua (IU). Ira Ua dinyatakan kalah dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang Kelas 1A pada Kamis (19/5). Dengan demikian, Ira Ua sah ditetapkan sebagai tersangka kasus Penkase.


Kakak korban, Jack Manafe mengatakan setelah dinyatakan kalah sudah seharusnya tersangka ditangkap untuk ditahan. Keluarga menilai bahwa tidak ada yang istimewa dari tersangka Ira Ua sehingga harus dibiarkan bebas berkeliaran.

"Tangkap Ira Ua, tangkap Ira Ua," teriak Jack Manafe usai sidang praperadilan kemarin.

Dalam sidang putusan praperadilan, Majelis Hakim Tunggal Derman Parlungguan Nababan, menyatakan bahwa dengan mempertimbangkan seluruh keterangan saksi, bukti-bukti keterangan saksi ahli maka dalil pemohon ditolak untuk seluruhnya.

Hakim dalam pertimbangannya mengatakan, keberadaan bukti-bukti tersebut sudah memenuhi bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum pidana (KUHAP)


"Maka penetapan tersangka tersebut sudah sah," kata Derman di Kupang.

Derman menambahkan bahwa pengadilan membebani biaya perkara kepada pemohon atas pra peradilan dugaan pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee tersebut.

Majelis hakim menimbang bahwa permohonan pemohon yang sudah dibacakan pada persidangan kali lalu dan telah didengarkan juga berbagai keterangan dan alat-alat bukti yang dihadirkan.

Dia menegaskan pendapat ahli bahasa harus dikesampingkan karena menurutnya sudah masuk dalam materi hukum. 

"Untuk itu majelis hakim memutuskan untuk menolak seluruh permohonan pemohon dan membebeni biaya perkara kepada pemohon sejumlah nihil," tegasnya.


Untuk diketahui penetapan Ira Ua sebagai tersangka oleh Polda NTT sudah sejak 26 April lalu. Namun tersangka melakukan perlawanan dengan melakukan praperadilan.
Gugatan IU diajukan pada Kamis, 28 April 2022 dan teregistrasi terdaftar dengan nomor perkara 16/Pid.Pra/2022/PN Kpg.

Polda NTT menetapkan IU bukan tanpa dasar. Penyidik Polda NTT mengatakan bahwa keterangan ke-58 saksi dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik sejak Januari hingga April 2022 memperkuat dugaan keterlibatan Ira Ua dalam kasus Penkase.
Rangkaian tindakan penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP-Sidik/36/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 6 November 2021 dan Surat Perintah Penyidik Nomor SP-Sidik/473/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 30 November 2021. Ada juga Surat Perintah Penyidikan tanggal 4 Januari 2022 dan 28 Maret 2022 serta 4 Maret 2022.

Dalam sidang pembelaannya, penyidik Polda NTT mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan konfrontir di antara para saksi kunci yang berjumlah lima orang.



Posting Komentar untuk "Menang Praperadilan, Polda NTT Akan Periksa Ira Sebagai Tersangka"