Pakar Hukum: Jika Bukan Randy Pemukul Kepala Lael, IU Diduga Pelakunya - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pakar Hukum: Jika Bukan Randy Pemukul Kepala Lael, IU Diduga Pelakunya

Ira Ua dan Randy.

GRAHA BUDAYA -- Kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabee sedang memasuki tahap persidangan. Tahap ini merupakan periode penting untuk mengungkap motif dan modus pembunuhan berencana tersebut terjadi.

Persidangan telah digelar empat kali. Pekan ini, sidang terdakwa kembali dijadwalkan. Agendanya masih sama yaitu pemeriksaan saksi-saksi. Ini menjadi momen pembuktian keterangan para saksi untuk dikonfrontir dengan terdakwa Randy Badjideh dan BAP.

Randy dalam persidangan mengatakan bahwa dia tidak membunuh Lael. Dia hanya mencekik Astri ketika melihat korban mencekik Lael. Aksi cekik-mencekik itu terjadi di parkiran Hollywood Kelapa Lima Kupang, 27 Agustus 2021 pagi.

Baca juga: Selain RB dan IU, Kasus Penkase Berpotensi Menyeret hingga 5 Pelaku Lain

Pakar hukum pidana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Deddy Manafe menilai bahwa jika Randy menyangkal dia tidak membunuh Lael, maka harus dibuktikan keterangan lain.

Pertama, Randy harus harus menerangkan mengapa dirinya tidak berusaha mencegah Astri membunuh Lael, yang menurut dia terjadi di dalam mobil Rush yang disewanya.

Beberapa pertanyaan bisa diajukan:

Pertama, apakah setelah Lael mati barulah Astri dicekik dan dibekap oleh Randy; atau saat Astri mencekik Lael, Randy juga ikut mencekik dan membekap Astri hingga mati?

Baca juga: RB dan IU Nyangkal, Pemukul Kepala Lael Masih Dipertanyakan

Kedua, jika memang Lael hanya dicekik oleh Astri, mengapa ada robekan pada tulang tengkorak Lael dan ada tanda pembekapan pada mulut Lael?

Sementara itu, bukti autopsi menunjukkan bahwa ada tanda cekikan dan pembekapan. Kemudian ada lebam di dada dan memar karena kekerasan tumpul pada lengan dan kaki.

"Hasil otopsi sebagai alat bukti primer secara ilmiah tentunya tak bisa dibantah," kata Deddy Manafe dalam pernyataan tertulis, Senin (30/5).

Baca juga: 2 Kali Ancam Warga, Oknum Polwan Kota Kupang Terancam Dipolisikan

Menurut dia, kalaupun memang Randy membantah membunuh Lael, maka bantahannya itu mengarah kepada istrinya, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua (IU) sebagai pelaku peserta yang baru saja ditahan penyidik.

"Randy mengatakan Astri yang mencekik Lael, padahal hasil otopsi mengatakan ada tanda pembekapan pada mulut Lael. Ini jelas berbeda. Selain itu, tidak mungkin Astri yang membekap mati Lael, lantas Tersangka IU yang melakukan kekerasan yang mengakibatkan robeknya tengkorak Lael. Artinya, kalau benar bukan Randy yang membunuh Lael, maka yang paling mungkin yang membunuh Lael adalah Tersangka IU. Kecuali nanti Randy memberi keterangan bahwa ada pelaku lain lagi," kata pakar hukum pidana yang konsern kasus ini.

Deddy Manafe menerangkan bahwa jika ternyata tersangka Ira Ua yang membunuh Lael, maka maka tentunya dia bukan sekedar pelaku peserta sebagaimana disebutkan penyidik, tetapi dalam hal terbunuhnya Lael, dia merupakan pelaku materiil seperti Randy.

Artinya, kalau benar Randy hanya mencekik (termasuk membekap) Astri, maka Tersangka IU sebagai pelaku peserta yang melakukan kekerasan sehingga ada lebam di dada dan ada memar di lengan dan kaki Astri. Kecuali nanti Randy dan/atau Tersangka IU memberi keterangan bahwa ada orang lain yang melakukan itu," pungkasnya.

Baca juga: Gangguan Jiwa, Pria di Kupang Bunuh Diri dengan Cara Sayat Kemaluan

Dari keterangan saksi, lanjut Deddy, ada pernyataan yang menyatakan bahwa Ira seorang 'kepo' hubungan suaminya dengan korban Astri lewat Sonia sepupu Baron yang merupakan temannya.

Dalam konteks tersebut, tentu dengan sendirinya motif untuk munculnya niat untuk melakukan pembunuhan berencana terpenuhi. 

Hal itu dapat dibuktikan dengan beberapa fakta. Pertama, setelah sekian lama Randy memblokir HP Astri. Artinya, komunikasi di antara keduanya sudah terputus, sampai Randy sendiri yang membuka blokir WhatsApp tersebut.

Kedua, setelah Randy membuka blokir HP Astri, Randy mengontak berkali-kali kepada Astri. Artinya, Astri juga selama itu tidak berniat lagi menjalin komunikasi dengan Randy.

Dengan kata lain, inisiatif untuk melakukan pertemuan maut itu datang bukan dari Astri.

Ketiga, niat untuk menghilangkan nyawa Astri dan Lael bisa saja datang dari Tersangka IU atau minimal sepersetujuan IU.

Hal itu bisa ditelusuri dari fakta bahwa pada sore hari tanggal 27 Agustus setelah Randy mendapat kepastian dari Astri tentang pertemuan mereka dan Randy sudah memperoleh mobil Rush, Randy pulang ke rumahnya terlebih dahulu.

Dari peristiwa tersebut, sebetulnya bisa dilihat keterkaitan atau benang merahnya. Pasalnya, jika memang Randy mau berselingkuh dengan Astri, mengapa meminjam mobil dari rental dan membawa pulang mobil itu? Bukankah itu justru akan membuat curiga isterinya Ira Ua?

Kepada Ira, Randy mengatakan akan pergi bersama bosnya ke Pulau Semau. Jika pamit ke Semau bersama Bos-nya, mengapa harus meminjam mobil rental? Apakah mobil pribadi mereka tak bisa dipakai dan apakah memang membawa mobil ke Semau?

Deddy melihat ada kemungkinan Randy berkoordinasi dengan Tersangka IU sebagai pelaku peserta tentang kesediaan Astri membawa Lael untuk bertemu dengan Randy.

Selain itu, untuk memastikan lokasi eksekusi kedua korban, yang setelah dari rumah, disurvei oleh Randy sepanjang malam sebelum berhenti di parkiran Hollywood pagi hari.

Sementara, pada saat yang sama Saksi Archa menjemput Astri dan Lael untuk dibawa ke kosan Bayu. Sebelum akhirnya ada seorang pria, yang diduga Randy, menjemput kedua korban menggunakan mobil Rush, tetapi Archa dan Bayu mengaku tidak mengenal pria itu.

"Semua rangkaian itu, mulai menuju kepada terpenuhinya unsur perencanaan dalam tindak pidana pembunuhan berencana. Persidangan masih terus digelar. Posisi Terdakwa Randy Badjideh kian jelas di sini sebagai pelaku materiil," ungkap Deddy.*

Posting Komentar untuk "Pakar Hukum: Jika Bukan Randy Pemukul Kepala Lael, IU Diduga Pelakunya"