Penetapan Sesuai Pulbaket, Polda NTT Minta Hakim Tolak Praperadilan Ira Ua - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penetapan Sesuai Pulbaket, Polda NTT Minta Hakim Tolak Praperadilan Ira Ua

Tersangka Ira Ua dan PH-nya.

GRAHA BUDAYA -- Penyidik Polda NTT bersikap tegas dalam melakukan pembelaan atau eksepsi praperadilan yang diajukan tersangka Ira Ua melalui kuasa hukumnya.

Dalam sidang kedua praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Kupang, Jumat (13/5), penyidik Polda NTT melalui kuasa hukum Kombes Pol R Situmeang memohon kepada hakim agar segera memutuskan untuk menolak gugatan praperadilan istri terdakwa Randy Badjideh tersebut.

Penyidik Polda NTT menilai bahwa penetapan tersangka Ira Ua sudah sesuai dengan ketentuan dan prosedur hukum serta pengumpulan alat bukti dan keterangan(pulbaket).

Baca juga: Ini Pernyataan Ira Ua yang Membuatnya Jadi Tersangka

Situmeang mengatakan bahwa ada 17 poin termohon Polda NTT yang pada intinya menolak dengan tegas dalil dari pemohon Ira Ua.

Dalam kesempatan itu, penyidik Polda NTT yang berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee mengungkap 58 saksi yang memberi keterangan sebagai dasar penetapan tersangka Ira Ua.

Di hadapan hakim, penyidik Polda NTT mengatakan bahwa keterangan ke-58 saksi dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik sejak Januari hingga April 2022 memperkuat dugaan keterlibatan Ira Ua dalam kasus pembunuhan Astri dan Lael.

Baca juga: Polda NTT: Keterangan 58 Saksi Jadi Dasar Penetapan Tersangka Ira Ua

Rangkaian tindakan penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP-Sidik/36/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 6 November 2021 dan Surat Perintah Penyidik Nomor SP-Sidik/473/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 30 November 2021. Ada juga Surat Perintah Penyidikan tanggal 4 Januari 2022 dan 28 Maret 2022 serta 4 Maret 2022.

Penyidik Polda NTT mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan konfrontir di antara saksi kunci yang berjumlah 5 orang.

Mereka adalah Anita Fitriani M. Ibrahim, Sulaiha Umar, Susanti Mansula, Ati Saputri, dan Ira Ua sebagai calon tersangka. Para saksi tersebut merupakan orang-orang dekat dari tersangka Ira Ua.

"Pemeriksaan konfontir terhadap saksi Anita Firiani Muhamad Ibrahim, Susanti Mansula, dan Ira Ua. Bahwa selain lima orang saksi tersebut penyidik telah melakukan pemeriksaan 53 orang saksi," kata penyidik.

Dalam pemeriksaan, penyidik Polda NTT djuga menyebutkan ada salah satu ucapan Ira Ua yang menyebabkan dirinya menjadi tersangka. Ucapan tersebut adalah Ira Ua mengatakan hidupnya tidak tenang selama Astri dan Lael masih hidup.

"Salah satu ungkapan Ira Ua yang mengatakan hidupnya saya tidak tenang selama Astri dan Lael masih ada merupakan pemicu Randy melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Astri dan Lael dengan tujuan utama untuk mempertahankan rumah tangga Randy dengan Ira," ungkap penyidik ketika membacakan pembelaan dalam sidang praperadilan, Jumat (13/5).

Pihak penyidik melihat bahwa perkataan tersebut sebagai pemicu Randy melakukan pembunuhan terhadap Astri dan Lael. Astri dianggap sebagai penghalang hubungan rumah tangga keduanya.

Selain pernyataan tersebut, pihak penyidik Polda NTT menemukan ada bukti lain terkait penetapan Ira Ua sebagai tersangka pembunuhan Astri dan Lael.

Namun penyidik tidak memberitahukan alat bukti tersebut kepada tersangka demi kelancaran penyidikan. Pasalnya, jika tersangka mengetahui alat bukti, maka berpotensi dihilangkan, dirusak, dan tindakan lain yang dapat menghambat penyidikan kasus Astri dan Lael.

Dalam pembacaan eksepsi, penyidik Polda NTT menjelaskan sesuai Pasal 25 ayat 1 dan 2 Perkap Nomor 16 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit dua alat bukti yang didukung barang bukti.

Selain itu, penetapan tersangka sesuai ayat 1 dilakukan melalui mekanisme gelar perkara kecuali tertangkap tangan. Kemudian, dalam pasal 25 perkap nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana. Penyidik Ditreskrimum Polda NTT mendapatkan dua alat bukti yang didukung barang bukti.

"Dapat Termohon (Polda NTT) jelaskan terhadap dalil pemohon tidak berdasar dan mengada-ngada. karena penyidik berkewenangan mencari dan mengumpulkan barang bukti dan alat bukti berdasarkan pasal 1 angka 2 KUHP," ungkap penyidik.

Selanjutnya, sidang praperadilan Ira Ua akan digelar pada Selasa, 17 Mei dengan agenda pembuktikan dari pemohon.

Pada 18 Mei 2022, pemohon bisa menyerahkan bukti dan keterangan saksi. Kemudian pada  Jumat (20/5) adalah pengucapan putusan.*

Posting Komentar untuk "Penetapan Sesuai Pulbaket, Polda NTT Minta Hakim Tolak Praperadilan Ira Ua"