PH Korban Desak Polda NTT Tahan Ira Ua Demi Kepastian Hukum - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PH Korban Desak Polda NTT Tahan Ira Ua Demi Kepastian Hukum

PH korban Aditya Nasution.

GRAHA BUDAYA -- Penasihat korban (PH) pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Aditya Nasution mendesak Polda NTT segera menahan tersangka Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua, istri terdakwa Randy Badjideh.

Penahanan tersangka Ira Ua penting segera dieksekusi mengingat sidang perkara ini sedang berlangsung. Demi kelancaran dan kepastian hukum, Ira Ua harus ditahan.

"Kami berharap kedepan tsk IU bisa segera ditahan demi kepastian hukum dan memperlancar proses hukum," katanya, Kamis (19/5) dikutip Pos Kupang.

Baca juga: Keluarga Korban Minta Polisi Tangkap dan Tahan Ira Ua

Dia menilai, penolakan gugatan praperadilan Ira Ua melalui kuasa hukumnya membuktikan bahwa pasal-pasal yang dilekatkan pada Ira Ua sudah sesuai dengan perbuatannya.

Dia pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada hakim Pengadilan Negeri Kupang yang telah menolak gugatan Ira Ua.

"Kami berharap Kejaksaan Tinggi NTT bisa mengungkap fakta-fakta dan bukti yang selama ini belum terekspos publik untuk mendukung dakwaan dan memaksimalkan tuntutan terhadap terdakwa Randy Badjiddeh," pungkasnya.

Baca juga: KM Sirimau Karam di Lembata, 2 Jenazah PMI Asal Ende Tertahan 3 Hari

Dalam sidang putusan praperadilan, Majelis Hakim Tunggal Derman Parlungguan Nababan menyatakan bahwa dengan mempertimbangkan seluruh keterangan saksi, bukti-bukti keterangan saksi ahli maka dalil pemohon ditolak untuk seluruhnya.

Hakim dalam pertimbangannya mengatakan, keberadaan bukti-bukti tersebut sudah memenuhi bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum pidana (KUHAP)

"Maka penetapan tersangka tersebut sudah sah," kata Derman di Kupang.

Baca juga: Remaja SMP di Kupang Dihamili Pacarnya, Kini Hamil 7 Bulan

Derman menambahkan bahwa pengadilan membebani biaya perkara kepada pemohon atas pra peradilan dugaan pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee tersebut.

Majelis hakim menimbang bahwa permohonan pemohon yang sudah dibacakan pada persidangan kali lalu dan telah didengarkan juga berbagai keterangan dan alat-alat bukti yang dihadirkan.

Dia menegaskan pendapat ahli bahasa harus dikesampingkan karena menurutnya sudah masuk dalam materi hukum. 

"Untuk itu majelis hakim memutuskan untuk menolak seluruh permohonan pemohon dan membebeni biaya perkara kepada pemohon sejumlah nihil," tegasnya.*

Posting Komentar untuk "PH Korban Desak Polda NTT Tahan Ira Ua Demi Kepastian Hukum"