PH Korban Respons Bantahan Randy dalam Sidang Perdana di PN Kupang - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PH Korban Respons Bantahan Randy dalam Sidang Perdana di PN Kupang

Randy mengikuti sidang perdana.

GRAHA BUDAYA -- Terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Randy Badjideh (RB) membantah sejumlah poin dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Kupang dalam persidangan perdana di Pengadilan Negeri Kupang, Rabu (11/5).

Merespon bantahan tersebut, penasihat hukum (PH) korban Astri dan Lael, Jo Bangun mengatakan bahwa bantahan yang diutarakan oleh terdakwa merupakan haknya.

Sebagai kuasa hukum, pihaknya terus memberikan dukungan kepada pihak JPU Kejari Kota Kupang dan PN Kupang untuk menuntaskan kasus pembunuhan tersebut.

Baca juga: Terungkap Alasan Ira Ua Tidak Ditahan: Kooperatif, PNS dan IRT

"Pada intinya kita memberikan dukungan terhadap kepada pihak kejaksaan dan pengadilan untuk menuntaskan perkara ini," katanya.

Dia pun memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah menjaga keamanan dengan baik.

"Kita bersyukur karena hari ini sidangnya berjalan lancar dan baik," ucapnya.

Sidang perdana dengan pembacaan dakwaan dipimpin majelis hakim Wari Juniati dan empat hakim anggotaY Tedy Windiartono, Reza Tyrama, AA Gede Oka Muhardika, dan Murtada Mberu.

Baca juga: Pastor SVD Asal TTU Dapat Kehormatan dari Pemerintah di Argentina

Sedangkan terdakwa Randy didampingi kuasa hukumnya, Yance Thobias Mesakh. 

Polres Kota Kupang mengerahkan 150 personel untuk mengamankan jalannya sidang. Sidang mendudukan Randy sebagai tersangka. Randy yang mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan kopiah berwarna putih, tiba di pengadilan dengan pengawalan ketat.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, Randy membunuh Astri dan anaknya pada 27 Agustus 2021. Jenazah ibu dan anak ini dikuburkan pada 31 Agustus 2021 di sebuah lokasi di Kelurahan Penkase Oeleta, Kelurahan Alak. 

Jenazah baru ibu dan anak itu ditemukan pada 30 Oktober 2021 oleh pekerja proyek. Tetapi sebelum dikuburkan, jenasah Astri dan Lael disimpan dalam sebuah mobil rental dan diparkir di halaman Kantor Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) Perwakilan NTT di Jalan WJ Lalamentik, Kota Kupang.

Baca juga: Ini Perbedaan Versi Isi Chat Ira ke Jack Manafe

JPU Herman Reko Deta yang membacakan dakwaan  menyebutkan, kasus pembunuhan berawal dari perselingkuhan antara Randy Bajideh dan Astri. 

Istri Randy Bajideh, Irawaty Astana Dewi Ua atau Ira murka setelah tahu perselingkuhan itu, apalagi setelah Astri melahirkan Lael Maccabe. Karena itu, Randy dan Astri sering bertengkar. 

"Selama Astri dan Lael masih ada, saya hidup tidak tenang," kata Jaksa Herman Reko Deta meniru ucapan Ira Ua dalam berkas dakwaan tersebut. 

Karena istrinya sering mengeluarkan kalimat tersebut setiap kali mereka bertengkar, timbul niat Randy untuk menghabisi nyawa Astri dan Lael.

"Randy bilang, saya pergi bunuh mereka saja ko?," kata Herman menirut keterangan Ira Ua.

Namun Randy membantah semua dakwaan tersebut. Dia mengatakan apa yang didakwakan tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP).*

Posting Komentar untuk "PH Korban Respons Bantahan Randy dalam Sidang Perdana di PN Kupang"