Berseragam Tahanan, Polda NTT: Menurut Ahli Ucapan Ira Pemicu Pembunuhan Astri dan Lael - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berseragam Tahanan, Polda NTT: Menurut Ahli Ucapan Ira Pemicu Pembunuhan Astri dan Lael

Konferensi pers tersangka Ira Ua.

GRAHA BUDAYA -- Penyidik Polda NTT akhirnya resmi mengenakan rompi orange kepada tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua pada Jumat, 27 Mei 2022.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di di Lobi Bidhumas Polda NTT, Dirreskrimum Polda NTT AKBP Patar M. H. Silalahi, didampingi Ps. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda NTT Kompol Samuel Koehuan mengatakan bahwa keterangan ahli-lah yang memperkuat jeratan hukum terhadap istri terdakwa Randy Badjideh tersebut.

Dia mengatakan, menurut pendapat Ahli rangkaian kalimat tersangka yang berbunyi "hidup saya tidak tenang selama Ate dan Lael masih ada " adalah pemicu Randy melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Ate dan Lael.

Baca juga: Yudi Sinlae Tutup Usia, Wakapolda NTT: Selama Hidupnya Tak Pernah Cacat

Tujuan utama Randy membunuh Ate dan Lael adalah untuk mempertahankan hubungan Randy dengan Ira yang selama ini sudah terjalin sebagai rumah tangga. 

Dia menerangkan, motifnya adalah Ate dianggap sebagai penghalang hubungan rumah tangga Randy dengan Ira karena Ate selalu berusaha menghubungi Randy untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya, yaitu bayi Lael.

Adapun motif yang dilakukan yaitu tersangka merasa kesal dan marah setelah mengetahui perselingkuhan antara suami (Randy) dan korban (Astrid). Sedangkan modus operandi bahwa tuturan atau bahasa yang selalu diucapkan pada saat tersangka bertengkar atau berkelahi dengan suaminya secara berulang kali diucapkan atau secara sistematis hal ini menjadi pemicu suaminya untuk melakukan suatu pembunuhan.

Baca juga: Polda NTT: Tahap I Berkas Perkara IU Sudah Dikirim ke Kejati NTT

Tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup diduga keras telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, "Sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHPidana Subs pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 2 KUHPidana Jo Pasal 80 Ayat (3) dan((4) Jo Pasal 76 C Undang- Undang No.35 tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  atau Pasal 221 ayat (1) KUHPidana dengan acaman pidananya di atas 5 tahun.

Patar mengatakan berkas perkara kasus tersangka sudah tahap I hari ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

"Kita mohon dukungan dan doanya untuk bisa berkas yang sudah dikirim ini bisa segera mendapat penelitian dari Jaksa, agar bisa rampung dan kita serahkan tersangka dan barang bukti nantinya siap disidangkan", katanya.

Baca juga: Kades di Matim Tewas Gantung Diri di Kebun Kakaknya, Keluarga Tolak Autopsi

Dia menambahkan, pada saat BAP, penyidik memperkuat alat bukti baik alat bukti dari saksi-saksi, keterangan saksi dan alat bukti berupa ahli dan keterangan alat bukti digital.

"Saya berharap kasus yang menjadi perhatian warga NTT khususnya Kupang ini bisa clear bisa proses dengan baik bisa masuk pada proses peradilan nantinya dan kita hormati nanti dalam sidang kasus pembunuhan ini," ungkapnya.

Dia menjelaskan saat ini tersangka dalam keadaan sehat dan di tempat sel tahanan wanita di Direktorat Tahti Polda NTT.

"Pada saat masuk di ruang sel, kita ikut prosedur yang ada, pemeriksaan swab antigen dan pemeriksaan negatif dan kondisi kesehatan baik dan di ruang tahanan adalah ruang tahanan wanita," ujarnya.*

Posting Komentar untuk "Berseragam Tahanan, Polda NTT: Menurut Ahli Ucapan Ira Pemicu Pembunuhan Astri dan Lael"