Polda NTT Sudah Terbitkan Surat Penangkapan Ira Ua - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polda NTT Sudah Terbitkan Surat Penangkapan Ira Ua

Ira Ua dan Randy Badjideh.

GRAHA BUDAYA -- Tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua akan segera ditahan penyidik Polda NTT.

Hal itu setelah penyidik Polda NTT melakukan pemeriksaan terhadap Ira Ua pada Selasa (24/5) yang rencananya dilanjutkan hari ini, Rabu 25 Mei 2022.

Kabid Humas Polda NTT AKBP Ariasandy mengatakan bahwa penyidi telah menerbitkan Surat Perintah Penangkapan (Sprinkap) terhadap tersangka.

"Saat ini Ira sementara menjalani pemeriksaan, dan penyidik juga telah menerbitkan Sprinkap sehingga jika hasil pemeriksaan penyidik menyimpulkan bahwa Ira ditahan maka penyidik langsung menahannya sesuai Sprinkap yang telah diterbitkan tersebut," ujarnya kepada Pos Kupang, Rabu (25/5).

Baca juga: Bantah Ayah Korban, Randy Sebut Biayai Kelahiran Lael

Adapun Ira Ua sempat mengajukan praperadilan pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda NTT. Saat itu, dia masih belum ditahan karena pertimbangan sebagai seorang PNS, ibu rumah tangga dan kooperatif saat diperiksa.

Namun dalam putusan sidang praperadilan pada 19 Mei lalu, gugatan Ira ditolak. Dia akhirnya resmi sebagai tersangka. 

Dalam amar putusannya, dengan mempertimbangkan seluruh keterangan saksi, bukti-bukti keterangan saksi ahli maka dalil pemohon ditolak untuk seluruhnya.

Hakim dalam pertimbangannya mengatakan, keberadaan bukti, bukti tersebut sudah memenuhi bukti yang cukup sesuai KUHAP.

Baca juga: Kematian Bendahara Bupati Lembata Dinilai Tak Wajar

Hakim juga memutuskan membebani biaya perkara kepada pemohon atas pra peradilan dugaan pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee tersebut.

Majelis hakim menimbang bahwa permohonan pemohon yang sudah dibacakan pada persidangan kali lalu dan telah didengarkan juga berbagai keterangan dan alat-alat bukti yang dihadirkan.

Dia menegaskan pendapat ahli bahasa harus dikesampingkan karena menurutnya sudah masuk dalam materi hukum. 

"Untuk itu majelis hakim memutuskan untuk menolak seluruh permohonan pemohon dan membebeni biaya perkara kepada pemohon sejumlah nihil," tegas Derman.

Baca juga: Bocah SD di Kupang Dihamili Pamannya Sendiri

Untuk diketahui penetapan Ira Ua sebagai tersangka oleh Polda NTT sudah sejak 26 April lalu. Namun tersangka melakukan perlawanan dengan melakukan praperadilan.

Gugatan IU, tersangka korban pembunuhan ibu dan anak pada kamis, 28 April 2022 teregistrasi terdaftar dengan nomor perkara 16/Pid.Pra/2022/PN Kpg.

Polda NTT menetapkan IU bukan tanpa dasar. Penyidik Polda NTT mengatakan bahwa keterangan ke-58 saksi dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik sejak Januari hingga April 2022 memperkuat dugaan keterlibatan Ira Ua dalam kasus pembunuhan Astri dan Lael.

Rangkaian tindakan penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP-Sidik/36/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 6 November 2021 dan Surat Perintah Penyidik Nomor SP-Sidik/473/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 30 November 2021. Ada juga Surat Perintah Penyidikan tanggal 4 Januari 2022 dan 28 Maret 2022 serta 4 Maret 2022.

Dalam sidang pembelaannya, penyidik Polda NTT mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan konfrontir di antara para saksi kunci yang berjumlah lima orang.

Mereka adalah Anita Fitriani M. Ibrahim, Sulaiha Umar, Susanti Mansula, Ati Saputri, dan Ira Ua sebagai calon tersangka. Para saksi tersebut merupakan orang-orang dekat dari tersangka Ira Ua.

Selain pemeriksaan konfrontir diantara para saksi, pihak penyidik Polda NTT menemukan ada bukti lain terkait penetapan Ira Ua sebagai tersangka pembunuhan Astri dan Lael.

Namun penyidik tidak memberitahukan alat bukti tersebut kepada tersangka demi kelancaran penyidikan. Pasalnya, jika tersangka mengetahui alat bukti, maka berpotensi dihilangkan, dirusak, dan tindakan lain yang dapat menghambat penyidikan kasus Astri dan Lael.

Dalam pembacaan eksepsi, penyidik Polda NTT menjelaskan sesuai Pasal 25 ayat 1 dan 2 Perkap Nomor 16 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit dua alat bukti yang didukung barang bukti.*

Posting Komentar untuk "Polda NTT Sudah Terbitkan Surat Penangkapan Ira Ua"