Praperadilan Ditolak, Ira Ua Sah Jadi Tersangka Kasus Penkase - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Praperadilan Ditolak, Ira Ua Sah Jadi Tersangka Kasus Penkase

Ira Ua jadi tersangka.

GRAHA BUDAYA-- Sidang praperadilan antara pemohon Ira Ua (IU) dan termohon Polda NTT telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kupang Kelas 1A pada Kamis (19/5).

Derman Parlungguan Nababan, selaku Majelis Hakim Tunggal mengagendakan pembacaan amar putusan pra peradilan di ruangan sidang Cakra Pengadilan Negeri Kupang.

Dalam amar putusannya, dengan mempertimbangkan seluruh keterangan saksi, bukti-bukti keterangan saksi ahli maka dalil pemohon ditolak untuk seluruhnya.

Baca Juga: Ini Pernyataan Ira Ua yang Membuatnya Jadi Tersangka

Hakim dalam pertimbangannya mengatakan, keberadaan bukti, bukti tersebut sudah memenuhi bukti yang cukup sesuai KUHAP atau sah. 

"Maka penetapan tersangka tersebut sudah sah," katanya.

Derman juga memutuskan membebani biaya perkara kepada pemohon atas pra peradilan dugaan pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee tersebut.

Majelis hakim menimbang bahwa permohonan pemohon yang sudah dibacakan pada persidangan kali lalu dan telah didengarkan juga berbagai keterangan dan alat-alat bukti yang dihadirkan.

Baca Juga: Polda NTT: Keterangan 58 Saksi Jadi Dasar Penetapan Tersangka Ira Ua

Dia menegaskan pendapat ahli bahasa harus dikesampingkan karena menurutnya sudah masuk dalam materi hukum. 

"Untuk itu majelis hakim memutuskan untuk menolak seluruh permohonan pemohon dan membebeni biaya perkara kepada pemohon sejumlah nihil," tegasnya.

Untuk diketahui penetapan Ira Ua sebagai tersangka oleh Polda NTT sudah sejak 26 April lalu. Namun tersangka melakukan perlawanan dengan melakukan praperadilan.

Gugatan IU, tersangka korban pembunuhan ibu dan anak pada kamis, 28 April 2022 teregistrasi terdaftar dengan nomor perkara 16/Pid.Pra/2022/PN Kpg.

Baca Juga: Diduga Ada Sutradara, Aliansi Minta Warga Kupang Kawal Sidang Ira dan Randy

Polda NTT menetapkan IU bukan tanpa dasar. Penyidik Polda NTT mengatakan bahwa keterangan ke-58 saksi dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik sejak Januari hingga April 2022 memperkuat dugaan keterlibatan Ira Ua dalam kasus pembunuhan Astri dan Lael.

Rangkaian tindakan penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP-Sidik/36/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 6 November 2021 dan Surat Perintah Penyidik Nomor SP-Sidik/473/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 30 November 2021. Ada juga Surat Perintah Penyidikan tanggal 4 Januari 2022 dan 28 Maret 2022 serta 4 Maret 2022.

Dalam sidang pembelaannya, penyidik Polda NTT mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan konfrontir di antara para saksi kunci yang berjumlah lima orang.

Baca Juga: Oknum Polisi Beristri di Sikka Aniaya Selingkuhannya Tegal Minta Putus

Mereka adalah Anita Fitriani M. Ibrahim, Sulaiha Umar, Susanti Mansula, Ati Saputri, dan Ira Ua sebagai calon tersangka. Para saksi tersebut merupakan orang-orang dekat dari tersangka Ira Ua.

Selain pemeriksaan konfrontir diantara para saksi, pihak penyidik Polda NTT menemukan ada bukti lain terkait penetapan Ira Ua sebagai tersangka pembunuhan Astri dan Lael.

Namun penyidik tidak memberitahukan alat bukti tersebut kepada tersangka demi kelancaran penyidikan. Pasalnya, jika tersangka mengetahui alat bukti, maka berpotensi dihilangkan, dirusak, dan tindakan lain yang dapat menghambat penyidikan kasus Astri dan Lael.

Baca Juga: Hamili Siswanya Sendiri, Oknum Guru di Lembata Tak Mau Tanggung Jawab

Dalam pembacaan eksepsi, penyidik Polda NTT menjelaskan sesuai Pasal 25 ayat 1 dan 2 Perkap Nomor 16 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit dua alat bukti yang didukung barang bukti.*

Posting Komentar untuk "Praperadilan Ditolak, Ira Ua Sah Jadi Tersangka Kasus Penkase"