Sidang II akan Digelar pada 17 Mei, Agendanya Pembelaan PH Randy - Graha Budaya
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sidang II akan Digelar pada 17 Mei, Agendanya Pembelaan PH Randy

Randy mengikuti sidang perdana di PN Kupang.

GRAHA BUDAYA -- Sidang kedua kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee akan digelar pekan depan, Selasa, 17 Mei 2022.

Sidang kedua tersebut dengan agenda eksepsi atau pembelaan dari kuasa hukum terdakwa Randy Badjideh atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kupang.

Sidang perdana terdakwa digelar pada Rabu, 11 Mei 2022 di Pengadilan Negeri Kupang

Baca juga: Ini Perbedaan Versi Isi Chat Ira ke Jack Manafe

Sidang perdana dengan pembacaan dakwaan dipimpin majelis hakim Wari Juniati dan empat hakim anggota: Y Tedy Windiartono, Reza Tyrama, AA Gede Oka Muhardika, dan Murtada Mberu.

Sedangkan terdakwa Randy didampingi kuasa hukumnya, Yance Thobias Mesakh.

Dalam sidang perdananya, terdakwa Randy membantah sejumlah poin dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kupang.

Baca juga: Terungkap Alasan Ira Ua Tidak Ditahan: Kooperatif, PNS dan IRT

Dalam dakwaan, Randy disebut membunuh Astri dan Lael pada 27 Agustus 2021. Jenazah ibu dan anak ini dikuburkan pada 31 Agustus 2021 di sebuah lokasi di Kelurahan Penkase Oeleta, Kelurahan Alak. 

Jenazah baru ibu dan anak itu ditemukan pada 30 Oktober 2021 oleh pekerja proyek. Tetapi sebelum dikuburkan, jenasah Astri dan Lael disimpan dalam sebuah mobil rental dan diparkir di halaman Kantor Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) Perwakilan NTT di Jalan WJ Lalamentik, Kota Kupang.

JPU Herman Reko Deta yang membacakan dakwaan  menyebutkan kasus ini berawal dari perselingkuhan Randy dan Astri. 

Istri Randy, Irawaty Astana Dewi Ua atau Ira Ua murka setelah tahu perselingkuhan itu, apalagi setelah Astri melahirkan Lael. Karena itu, Randy dan Astri sering bertengkar.

"Selama Astri dan Lael masih ada, saya hidup tidak tenang," kata jaksa Herman Reko Deta meniru ucapan Ira Ua.

Karena istrinya sering mengeluarkan kalimat tersebut setiap kali mereka bertengkar, timbul niat Randy untuk menghabisi nyawa kedua korban, Astri dan Lael.

"Randy bilang, saya pergi bunuh mereka saja ko?," kata Herman menirut keterangan Ira.

Namun Randy membantah semua dakwaan tersebut. Dia mengatakan apa yang didakwa tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya.

Merespon bantahan tersebut, penasihat hukum (PH) korban Astri dan Lael, Jo Bangun mengatakan bahwa bantahan itu merupakan hak terdakwa.

Sebagai kuasa hukum, pihaknya terus memberikan dukungan kepada pihak JPU Kejari Kota Kupang dan PN Kupang untuk menuntaskan kasus pembunuhan tersebut.

"Pada intinya kita memberikan dukungan terhadap kepada pihak kejaksaan dan pengadilan untuk menuntaskan perkara ini," katanya.*

Posting Komentar untuk "Sidang II akan Digelar pada 17 Mei, Agendanya Pembelaan PH Randy"